Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWS | PILIHAN EDITORINTERNASIONALPERISTIWA

PPIH Arab Saudi Larang Jemaah Haji Indonesia Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00, Ini Alasannya

66
×

PPIH Arab Saudi Larang Jemaah Haji Indonesia Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Cuaca Ekstrem dan Kepadatan Jemaah Jadi Alasan Utama Pembatasan Aktivitas di Area Jamarat

MAKKAH | Sentrapos.co.id – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi resmi memberlakukan larangan bagi jemaah haji Indonesia melakukan lempar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah antisipatif demi menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah di tengah cuaca ekstrem serta tingginya kepadatan di area jamarat.

Ketua PPIH Arab Saudi sekaligus Direktur Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Ian Heryawan, menegaskan seluruh jemaah wajib mematuhi aturan tersebut guna menghindari risiko kelelahan hingga insiden di tengah kerumunan.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Seluruh jemaah haji agar mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan, bahwa pukul 10.00 pagi ini hingga pukul 14.00 untuk tidak bergerak keluar tenda,” tegas Ian Heryawan di Makkah, Kamis (28/5).

Menurut Ian, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Haji Arab Saudi yang mengutamakan aspek keamanan dan perlindungan jemaah selama puncak pelaksanaan ibadah haji.

PPIH juga telah menginstruksikan seluruh petugas haji di lapangan agar mengawal pelaksanaan aturan tersebut secara maksimal. Seluruh jemaah diminta tetap berada di dalam tenda serta mengikuti skema pergerakan yang telah ditetapkan.

“Kepatuhan akan dipantau dan dievaluasi secara ketat,” ujar Ian.

Pengawasan dilakukan langsung oleh Misi Haji Indonesia bersama penyedia layanan untuk memastikan perlindungan optimal terhadap jemaah, khususnya saat pelaksanaan lempar jumrah pada Hari Tasyrik.

Diketahui, jutaan jemaah haji dari berbagai negara memadati kawasan jamarat usai pelaksanaan lempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah dan berlanjut pada Hari Tasyrik 11 hingga 13 Dzulhijjah.

Selain mematuhi jam aman, PPIH juga mengimbau jemaah Indonesia agar tidak memaksakan diri berdesakan dengan jemaah negara lain, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta mengikuti arus pergerakan untuk menghindari benturan massa di area jamarat.

Langkah pembatasan ini dinilai penting untuk meminimalisir risiko heatstroke, dehidrasi, hingga insiden akibat kepadatan ekstrem yang kerap terjadi saat puncak ibadah haji di Mina.

PPIH berharap seluruh jemaah Indonesia dapat disiplin mengikuti arahan petugas agar rangkaian ibadah haji berjalan aman, lancar, dan khusyuk. (*)


Poin Utama Berita

  • PPIH Arab Saudi melarang jemaah Indonesia lempar jumrah pukul 10.00-14.00 WAS.
  • Kebijakan diterapkan demi keselamatan akibat cuaca panas ekstrem dan kepadatan.
  • Jemaah diwajibkan tetap berada di dalam tenda selama jam larangan.
  • Pengawasan dilakukan langsung oleh Misi Haji Indonesia dan petugas lapangan.
  • PPIH meminta jemaah menjaga stamina dan menghindari desakan di area jamarat.
  • Aturan merupakan tindak lanjut instruksi resmi Kementerian Haji Arab Saudi.