JAKARTA | SENTRAPOS.CO.ID – Presiden RI Prabowo Subianto turun langsung menjenguk para korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) pagi.
Prabowo tiba di RSUD Kota Bekasi sekitar pukul 08.36 WIB menggunakan kendaraan Maung berwarna putih berpelat RI 1. Presiden mengenakan pakaian dinas cokelat dan didampingi Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta sejumlah pejabat terkait.
Setibanya di lokasi, Prabowo langsung menyalami jajaran pejabat yang telah hadir lebih dahulu, di antaranya Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, serta manajemen rumah sakit.
Tanpa berlama-lama, Kepala Negara langsung menuju Gedung C, lokasi perawatan korban luka, untuk melihat langsung kondisi para penumpang yang menjadi korban insiden tragis tersebut.
Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian serius pemerintah terhadap kecelakaan besar yang mengguncang jalur transportasi nasional tersebut.
Presiden Pastikan Korban Ditangani Maksimal
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas di ruang IGD RSUD Kota Bekasi masih sangat sibuk. Tim medis terus bekerja menangani korban luka yang datang silih berganti pascakecelakaan maut tersebut.
Berdasarkan data sementara, terdapat tiga korban meninggal dunia yang tercatat di RSUD Kota Bekasi, yakni Nuryati, Enggar Retno, dan Nurlaela.
Sementara itu, total korban meninggal dunia dari sejumlah rumah sakit dilaporkan mencapai tujuh orang berdasarkan pendataan awal. Sebanyak 52 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi.
“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Pemerintah akan melakukan langkah maksimal untuk pemulihan para korban dan keluarga yang terdampak,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga meminta seluruh jajaran terkait untuk mempercepat proses pelayanan medis dan memastikan tidak ada korban yang terabaikan.
Kecelakaan KA Bekasi Timur Jadi Sorotan Nasional
Insiden ini terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tersebut langsung menjadi perhatian publik nasional karena tingginya jumlah korban dan dampak besar terhadap operasional perjalanan kereta.
Pemerintah pun bergerak cepat dengan melakukan penanganan darurat, evakuasi korban, hingga investigasi penyebab kecelakaan.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Investigasi harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan,” ujar Prabowo.
Kunjungan Presiden ke rumah sakit dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap tragedi ini, sekaligus memastikan proses penanganan berjalan cepat, tepat, dan manusiawi.
Hingga pukul 09.00 WIB, Presiden masih berada di dalam area rumah sakit untuk memantau langsung kondisi korban serta berkoordinasi dengan pihak terkait.
Kasus ini kini menjadi salah satu perhatian nasional terbesar pada pekan ini dan dipastikan akan terus dikawal hingga proses investigasi tuntas. (*)
Poin Utama Berita
- Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di RSUD Kota Bekasi
- Tiga korban meninggal tercatat di RSUD Bekasi, total sementara tujuh korban jiwa
- Sebanyak 52 korban masih menjalani perawatan intensif
- Pemerintah memastikan penanganan medis maksimal untuk seluruh korban
- Presiden memerintahkan investigasi menyeluruh atas kecelakaan KA Bekasi Timur
- Keselamatan transportasi publik menjadi sorotan utama pemerintah

















