Presiden Iran Akui Negaranya Mengalami Kerugian Akibat Perang
TEHERAN | Sentrapos.co.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui negaranya mengalami berbagai kerugian di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Meski demikian, Pezeshkian menegaskan Iran tetap mampu mempertahankan hak-hak bangsa dan tidak akan tunduk terhadap tekanan asing.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pertemuan bersama lembaga-lembaga eksekutif di bawah Dewan Informasi Pemerintah Iran yang turut dihadiri sejumlah anggota kabinet.
“Kita harus menghadapi kenyataan, bukan berarti kita tidak pernah mengalami kerugian,” ujar Pezeshkian seperti dikutip dari CBS News, Senin (18/5/2026).
Iran Diminta Hindari Pernyataan yang Memicu Perpecahan
Dalam kesempatan itu, Pezeshkian juga meminta para pejabat dan pemimpin Iran menghindari narasi yang dapat memicu perpecahan di tengah situasi perang dan tekanan internasional.
Menurutnya, para pemimpin harus berbicara secara jujur dan transparan kepada masyarakat terkait kondisi yang sedang dihadapi Iran.
“Para pemimpin Iran harus menghindari nada atau pernyataan apa pun yang memicu perpecahan,” tegasnya.
Ia menilai informasi menyesatkan atau propaganda yang menggambarkan situasi seolah Iran baik-baik saja tanpa tantangan justru berbahaya bagi persatuan nasional.
Iran Tegaskan Tak Akan Tunduk pada Tekanan
Meski mengakui adanya kerugian akibat konflik, Presiden Iran memastikan negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan Amerika Serikat maupun Israel.
Pezeshkian menegaskan Iran tetap akan mempertahankan martabat dan kehormatan negara di tengah konflik geopolitik yang terus memanas.
“Kami tidak akan mengorbankan martabat dan kehormatan negara kami demi kenyamanan atau kemudahan,” katanya.
Ia juga menegaskan Iran masih memiliki kekuatan dan dukungan rakyat untuk mempertahankan hak-hak nasionalnya.
“Kami sepenuhnya mampu membela hak-hak bangsa kami dengan kekuatan, didukung oleh rakyat kami,” ujar Pezeshkian.
Konflik Iran, AS, dan Israel Masih Jadi Sorotan Dunia
Pernyataan Presiden Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Konflik tersebut terus menjadi perhatian dunia internasional karena dikhawatirkan memicu eskalasi perang yang lebih luas dan berdampak terhadap stabilitas global.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Namun situasi keamanan kawasan masih dinilai rentan, terutama setelah berbagai serangan dan ketegangan diplomatik terus terjadi.
Pezeshkian menegaskan pemerintah Iran akan tetap terbuka terhadap jalur diplomasi, tetapi tidak akan menerima tekanan yang merugikan kedaulatan negaranya. (*)
Poin Utama Berita
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakui negaranya mengalami kerugian akibat perang.
- Iran tetap menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan AS dan Israel.
- Pezeshkian meminta pejabat Iran menghindari pernyataan yang memicu perpecahan.
- Pemerintah Iran diminta jujur kepada rakyat terkait kondisi negara.
- Iran mengklaim masih mampu mempertahankan hak-hak bangsa.
- Konflik Iran dengan AS dan Israel masih menjadi perhatian dunia.
- Iran tetap membuka jalur diplomasi di tengah ketegangan geopolitik.

















