MALANG | Sentrapos.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mematangkan skema operasional becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penguatan layanan sektor pariwisata.
Langkah ini dilakukan melalui penyusunan regulasi teknis berupa Peraturan Wali Kota yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), serta Dinas Perhubungan setempat.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaki, menyebut pembahasan regulasi masih berlangsung dan fokus pada penguatan sistem layanan wisata berbasis transportasi ramah lingkungan.
“Regulasi teknis berupa peraturan wali kota untuk becak listrik masih dipersiapkan. Pembahasannya melibatkan pihak-pihak terkait,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
200 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia
Sebanyak 200 unit becak listrik telah disalurkan kepada pengayuh becak berusia lanjut sebagai bagian dari program pemberdayaan sekaligus modernisasi transportasi wisata.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memberikan solusi ekonomi bagi pengayuh becak tradisional.
Skema Digital dan Penataan Rute
Pemkot Malang juga tengah merancang sistem layanan berbasis digital, termasuk pengaturan rute, titik pemberhentian, serta integrasi aplikasi untuk memudahkan wisatawan.
Arahan ini sejalan dengan kebijakan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang mendorong digitalisasi layanan publik di sektor pariwisata.
“Kami optimistis penataan operasional becak listrik akan meningkatkan kualitas layanan dan memudahkan wisatawan menjangkau destinasi,” kata Baihaki.
Dishub Siapkan Jalur Khusus
Dinas Perhubungan Kota Malang telah menerima mandat untuk menyusun rute operasional becak listrik, termasuk berkoordinasi dengan paguyuban pengemudi.
Namun, terdapat pembatasan wilayah, seperti kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Jalan Ijen yang tidak dapat dilalui becak non-mesin.
Hotel Siap Jadi Pool Becak Listrik
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menyatakan pihak hotel siap mendukung dengan menyediakan titik pemberhentian atau pool becak listrik di area strategis dekat destinasi wisata.
“Tamu hotel banyak yang menanyakan becak listrik. Ini bisa menjadi pengalaman wisata yang unik dan berkesan,” ujarnya.
Target 3,4 Juta Wisatawan
Pemkot Malang menargetkan 3,4 juta kunjungan wisatawan pada 2026. Hingga kuartal I, tercatat 796.688 wisatawan telah berkunjung, didominasi wisatawan domestik.
Optimalisasi becak listrik diharapkan menjadi salah satu motor penggerak untuk mencapai target tersebut sekaligus memperkuat citra Kota Malang sebagai destinasi wisata ramah lingkungan. (*)
Poin Utama Berita
- Pemkot Malang siapkan regulasi operasional becak listrik
- Bantuan 200 unit becak listrik untuk pengayuh lansia
- Sistem layanan akan berbasis digital dan aplikasi
- Dishub susun rute dan titik pemberhentian
- Jalan Ijen (KTL) tidak boleh dilalui becak non-mesin
- Hotel siap jadi pool becak listrik wisata
- Target 3,4 juta wisatawan di tahun 2026
- Becak listrik dorong pariwisata ramah lingkungan

















