ZURICH | Sentrapos.co.id — Kebijakan penjualan tiket Piala Dunia FIFA 2026 menuai kritik keras dari berbagai kalangan. Harga yang dinilai terlalu mahal serta sistem harga dinamis membuat banyak suporter merasa terpinggirkan dari pesta sepak bola terbesar dunia.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap kritik yang berkembang.
“Kami memahami suara suporter. Ada berbagai kategori harga tiket, dari yang lebih terjangkau hingga premium. Namun, kami tetap mendengarkan masukan tersebut,” ujar Grafstrom, Jumat (1/5/2026).
Harga Dinamis Jadi Sorotan
Kritik utama datang dari Football Supporters Europe yang menolak sistem harga dinamis. Kebijakan ini membuat harga tiket berubah-ubah dan cenderung meningkat, sehingga sulit dijangkau oleh penggemar biasa.
Kelompok suporter bahkan membawa persoalan ini ke ranah Uni Eropa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan FIFA.
Tekanan dari AS dan Eropa
Tak hanya dari Eropa, kritik juga datang dari Amerika Serikat. Sejumlah senator AS dikabarkan telah mengirim surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar sistem harga dinamis tidak diterapkan.
Namun, FIFA tetap bertahan dengan kebijakan tersebut, dengan alasan sesuai regulasi di negara tuan rumah.
FIFA Janji Evaluasi untuk 2030
Meski tak mengubah kebijakan saat ini, FIFA memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk turnamen berikutnya.
“Seperti setiap Piala Dunia, kami akan meninjau kembali kebijakan ini untuk penyelenggaraan selanjutnya,” tambah Grafstrom.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi agar suporter tetap menjadi bagian utama dalam atmosfer Piala Dunia.
Keuntungan Fantastis dan Janji Warisan Sepak Bola
FIFA memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menghasilkan keuntungan besar hingga sekitar Rp176 triliun. Dana tersebut diklaim akan digunakan untuk pengembangan sepak bola global melalui program FIFA Forward.
“Warisan sejati dari Piala Dunia adalah bagaimana kami mengembangkan sepak bola di seluruh dunia,” tegas Grafstrom.
Namun, di sisi lain, kebijakan harga tiket yang tinggi dikhawatirkan dapat menciptakan kesan eksklusif dan menjauhkan suporter akar rumput dari turnamen. (*)
Poin Utama Berita
- FIFA menuai kritik atas harga tiket Piala Dunia 2026 yang mahal
- Sistem harga dinamis dinilai merugikan suporter
- Protes datang dari kelompok suporter Eropa dan senator AS
- FIFA tetap mempertahankan kebijakan sesuai regulasi tuan rumah
- Evaluasi kebijakan dijanjikan untuk Piala Dunia 2030
- Potensi keuntungan mencapai Rp176 triliun
- Kekhawatiran turnamen jadi kurang inklusif bagi fans

















