Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Trump Klaim Iran “Kolaps”, Minta AS Buka Selat Hormuz—Teheran Membantah, Perang Memanas Jelang Deadline Kongres

45
×

Trump Klaim Iran “Kolaps”, Minta AS Buka Selat Hormuz—Teheran Membantah, Perang Memanas Jelang Deadline Kongres

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON | Sentrapos.co.id — Presiden Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial dengan mengklaim bahwa Iran berada dalam kondisi “kolaps” di tengah konflik yang terus memanas.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Iran bahkan meminta Amerika Serikat membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz secepat mungkin.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Iran memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam kondisi kolaps dan ingin Selat Hormuz dibuka segera,” klaim Trump.

Namun, Trump tidak menjelaskan sumber maupun validitas informasi tersebut.


Klaim Tanpa Bukti, Iran Membantah

Pernyataan Trump langsung menuai keraguan karena tidak disertai bukti konkret. Pihak Iran pun membantah keras klaim tersebut.

Pejabat militer Iran menegaskan bahwa kondisi negara masih stabil dan siap menghadapi eskalasi konflik.

“Kami tidak menganggap perang telah berakhir. Jika agresi berulang, kami akan merespons dengan cara baru,” tegas juru bicara militer Iran.

Pemerintah Iran juga menunjukkan solidaritas internal melalui pernyataan resmi yang menegaskan stabilitas kepemimpinan.


Selat Hormuz Jadi Taruhan Global

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi mengguncang ekonomi global.

Fokus Iran yang ingin menjadikan Hormuz sebagai prioritas negosiasi dinilai menjadi salah satu sumber ketegangan dengan AS.


Negosiasi Mandek, Ketegangan Meningkat

Laporan terbaru menyebut Trump tidak puas dengan proposal Iran dalam perundingan damai yang digelar di Islamabad, Pakistan.

Iran disebut ingin membahas Selat Hormuz terlebih dahulu, sementara AS tetap fokus pada isu nuklir.

“Presiden hanya akan menyetujui kesepakatan yang menguntungkan rakyat Amerika dan dunia,” tegas juru bicara Gedung Putih.


Deadline Kritis: Trump Dikejar Kongres

Konflik AS–Iran kini memasuki hari ke-60, batas krusial berdasarkan War Powers Act 1973.

Undang-undang tersebut mewajibkan Presiden AS memperoleh persetujuan Kongres untuk melanjutkan operasi militer.

  • Batas waktu: 1 Mei 2026
  • Tanpa persetujuan, operasi militer harus dihentikan

“Presiden harus mendapatkan otorisasi Kongres atau menghentikan keterlibatan militer,” jelas pakar hukum.


Situasi Memanas, Dunia Waspada

Dengan negosiasi yang buntu, klaim sepihak, serta tekanan hukum domestik di AS, konflik ini berpotensi memasuki fase yang lebih berbahaya.

Selat Hormuz, kepentingan energi global, dan dinamika politik dalam negeri AS menjadi faktor penentu arah konflik ke depan. (*)


Poin Utama Berita

  • Trump klaim Iran dalam kondisi “kolaps” tanpa bukti
  • Iran membantah dan menyatakan siap menghadapi konflik
  • Selat Hormuz jadi fokus utama ketegangan global
  • Negosiasi damai AS–Iran mandek di Pakistan
  • Trump menghadapi deadline Kongres terkait perang
  • War Powers Act batasi operasi militer tanpa izin Kongres
  • Konflik memasuki fase kritis dengan dampak global
error: Content is protected !!