Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPERISTIWASOSIAL POLITIK

DPR Bongkar Ancaman Narkoba di Era Digital: Peredaran Makin Canggih, Literasi Jadi Senjata Utama

51
×

DPR Bongkar Ancaman Narkoba di Era Digital: Peredaran Makin Canggih, Literasi Jadi Senjata Utama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Wakil Komisi I DPR RI, Dave Akhbarshah Fikarno, mengungkapkan bahwa peredaran narkoba kini mengalami transformasi signifikan dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana distribusi dan komunikasi yang sulit terdeteksi.

Menurutnya, jaringan kejahatan narkotika semakin adaptif dengan memanfaatkan media sosial, aplikasi pesan instan, hingga berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan operasinya.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Peredaran narkoba di era digital menjadi semakin kompleks dan tersembunyi. Karena itu diperlukan strategi yang tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga penguatan literasi digital masyarakat,” tegas Dave, Rabu (22/4/2026).


Modus Baru: Narkoba Masuk Lewat Ruang Digital

Dave menyoroti bahwa kemajuan teknologi telah membuka celah baru bagi pelaku kejahatan untuk menyamarkan aktivitas ilegal mereka.

Distribusi narkoba kini tidak lagi bergantung pada metode konvensional, melainkan menggunakan:

  • Media sosial
  • Aplikasi chatting terenkripsi
  • Platform digital anonim

Hal ini membuat pengawasan menjadi lebih sulit dan membutuhkan pendekatan yang lebih canggih.


Literasi Digital Jadi Kunci Pencegahan

Dalam menghadapi ancaman tersebut, DPR menilai literasi digital menjadi faktor krusial untuk membentengi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Masyarakat harus mampu mengenali modus operandi pelaku kejahatan di ruang digital,” ujar Dave.

Generasi muda disebut memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bebas dari narkoba.


Dorong Sinergi Nasional Lawan Narkoba

Komisi I DPR RI terus mendorong penguatan kebijakan pengawasan ruang digital serta peningkatan edukasi publik secara masif.

“Kita membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat,” tegas Dave.

Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks di era digital.


Pendekatan Edukasi dan Keluarga Diperkuat

Dalam diskusi yang digelar bersama Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, akademisi Irene Silviani menekankan pentingnya pendekatan berbasis pendidikan dan keluarga.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini, terutama di kalangan generasi muda.


Strategi Holistik dan Berkelanjutan

Sementara itu, praktisi kebijakan Diki Suherman menekankan perlunya strategi lintas sektor yang holistik dan berkelanjutan.

Fokus utama meliputi:

  • Penguatan regulasi digital
  • Edukasi publik berkelanjutan
  • Kolaborasi antar lembaga

Alarm Bahaya untuk Ruang Digital Indonesia

Diskusi ini menjadi peringatan bahwa ruang digital Indonesia kini menjadi medan baru peredaran narkoba.

Pemerintah dan DPR menegaskan komitmen untuk memperkuat kebijakan serta meningkatkan kesadaran publik agar ancaman ini dapat ditekan secara maksimal. (*)


Poin Utama Berita

  • DPR ungkap peredaran narkoba kini masuk ke ruang digital
  • Modus baru memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan
  • Literasi digital menjadi kunci utama pencegahan
  • Generasi muda berperan sebagai garda terdepan
  • DPR dorong sinergi nasional lintas sektor
  • Pendekatan keluarga dan pendidikan dinilai efektif
  • Strategi pemberantasan harus holistik dan berkelanjutan
error: Content is protected !!