JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi peringatan keras bagi sistem keselamatan transportasi nasional.
Insiden yang melibatkan kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh oleh seluruh pemangku kepentingan sektor perkeretaapian.
“Pelayanan transportasi tidak hanya menitikberatkan pada kenyamanan, tetapi harus menjamin keamanan dan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama,” tegas Dudy, Rabu (29/4/2026).
Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama operator, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero), guna mencegah kejadian serupa terulang.
Langkah evaluasi mencakup:
- Sistem operasional perjalanan kereta
- Standar keselamatan lintasan
- Prosedur tanggap darurat
- Pengawasan perlintasan sebidang
“Kami bersama operator akan melakukan evaluasi total untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta api,” lanjutnya.
KNKT Lakukan Investigasi Independen
Pemerintah juga memberikan kewenangan penuh kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara objektif.
Investigasi ini bertujuan mengungkap penyebab utama kecelakaan secara transparan dan akuntabel.
Presiden Turun Tangan, Pastikan Penanganan Maksimal
Presiden Prabowo Subianto turut meninjau langsung korban dan memastikan proses penanganan berjalan optimal.
“Saya menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah. Kami akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden.
Korban Jiwa dan Luka-luka
Berdasarkan data sementara dari PT KAI:
- 15 orang meninggal dunia
- 88 orang mengalami luka-luka
Seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sementara korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit.
Menhub juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga.
“Kami berharap korban luka segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Dudy.
Momentum Perbaikan Sistem Keselamatan
Peristiwa ini menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi publik, bukan sekadar slogan.
Pemerintah menargetkan adanya perbaikan sistem secara menyeluruh, termasuk peningkatan pengawasan, teknologi keselamatan, serta edukasi masyarakat. (*)
Poin Utama Berita
- Menhub Dudy: kecelakaan Bekasi jadi alarm keselamatan nasional
- Evaluasi total sistem perkeretaapian akan dilakukan
- KNKT ditugaskan investigasi independen
- Presiden Prabowo turun langsung meninjau korban
- 15 korban meninggal, 88 luka-luka
- PT KAI dan pemerintah perkuat sistem keselamatan
- Fokus utama: keselamatan penumpang sebagai prioritas

















