BANDA ACEH | Sentrapos.co.id — Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi di tempat penitipan anak (daycare) di Banda Aceh menghebohkan publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di Baby Preneur Daycare, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 07.45 WIB. Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh salah satu pengasuh terhadap seorang anak.
Dalam video, terlihat empat anak berada di dalam ruangan bersama dua pengasuh perempuan. Salah satu anak tampak menangis saat disuapi makanan.
“Dalam rekaman CCTV, pengasuh diduga mengangkat korban secara kasar, kemudian membanting dan menarik telinga hingga anak terjatuh.”
Aksi tersebut terjadi di hadapan pengasuh lain yang berada di lokasi. Namun, tidak terlihat adanya upaya untuk menghentikan tindakan kekerasan tersebut.
Tangisan korban terdengar jelas dalam rekaman, memicu reaksi keras dari warganet setelah video tersebut menyebar luas di berbagai platform digital.
Pengelola Ambil Tindakan Tegas
Menanggapi kejadian tersebut, pihak pengelola Baby Preneur Daycare langsung mengambil langkah tegas. Ketua Yayasan, Husaini, menyatakan bahwa tiga orang pengasuh yang terlibat telah diberhentikan.
“Kami tidak mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap anak. Tiga pengasuh yang terlibat, termasuk pelaku utama, telah kami pecat.”
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab serta komitmen untuk menjaga keamanan dan keselamatan anak-anak di lingkungan daycare.
Dugaan Kelalaian dan Tanggung Jawab Pengawasan
Selain dugaan penganiayaan, peristiwa ini juga menyoroti aspek kelalaian dalam pengawasan. Kehadiran pengasuh lain yang tidak bertindak saat kejadian berlangsung menjadi sorotan publik.
Kasus ini memicu pertanyaan besar terkait standar operasional dan pengawasan di tempat penitipan anak.
“Setiap bentuk kekerasan, baik langsung maupun pembiaran, merupakan pelanggaran serius terhadap perlindungan anak.”
Reaksi Publik dan Viral di Media Sosial
Video tersebut dengan cepat menjadi viral dan menuai kecaman luas dari masyarakat. Banyak warganet menuntut adanya proses hukum serta peningkatan pengawasan terhadap fasilitas penitipan anak.
Fenomena ini kembali menunjukkan kekuatan media sosial dalam mengungkap kasus yang sebelumnya tidak terpantau publik.
Pentingnya Perlindungan Anak
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa anak-anak merupakan kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan maksimal, khususnya di lingkungan pendidikan dan penitipan.
Orang tua juga diimbau lebih selektif dalam memilih daycare serta memastikan adanya sistem pengawasan yang memadai.
Kesimpulan
Kasus dugaan penganiayaan bayi di Baby Preneur Daycare Banda Aceh menjadi perhatian serius publik. Rekaman CCTV menjadi bukti awal yang mengungkap kejadian tersebut.
Pihak pengelola telah mengambil tindakan tegas dengan memecat tiga pengasuh. Namun, masyarakat berharap adanya penanganan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku demi menjamin perlindungan anak di masa depan. (*)
Poin Utama Berita
- CCTV rekam dugaan penganiayaan bayi di daycare Banda Aceh
- Kejadian terjadi di Baby Preneur Daycare, Syiah Kuala
- Korban diduga dibanting dan ditarik telinganya oleh pengasuh
- Pengasuh lain diduga membiarkan kejadian terjadi
- Tiga pengasuh langsung dipecat pihak yayasan
- Video viral memicu kecaman publik luas
- Sorotan terhadap standar pengawasan daycare dan perlindungan anak

















