Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
PENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWAVIRAL

Viral Lagu “Erika” Mahasiswa ITB Picu Kecaman, Diduga Bermuatan Pelecehan Seksual

42
×

Viral Lagu “Erika” Mahasiswa ITB Picu Kecaman, Diduga Bermuatan Pelecehan Seksual

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG | SENTRAPOS.CO.ID – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video mahasiswa yang menyanyikan lagu berjudul “Erika” yang diduga mengandung unsur pelecehan seksual. Video tersebut viral sejak Selasa (14/4/2026) malam dan menuai kecaman luas dari publik.

Dalam video yang beredar, tampak sekelompok mahasiswa dan mahasiswi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyanyikan lagu tersebut secara kompak dengan iringan musik dan panduan lirik di layar besar.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Suasana yang awalnya tampak seperti kegiatan hiburan berubah menjadi sorotan publik setelah lirik lagu dinilai mengandung unsur tidak pantas dan sensitif, khususnya terkait isu pelecehan seksual.

Video Lama Kembali Viral

Belakangan diketahui, video tersebut bukanlah rekaman baru. Konten itu merupakan dokumentasi lama yang dibuat pada tahun 2020, namun kembali viral di berbagai platform seperti X (Twitter) dan media sosial lainnya.

Video tersebut disebut berasal dari kegiatan Orkes Semi Dangdut (OSD) yang berada di bawah Himpunan Mahasiswa Tambang ITB.

Konteks waktu yang berbeda tidak mengurangi reaksi keras masyarakat, terlebih karena isu pelecehan seksual di lingkungan kampus tengah menjadi perhatian nasional.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf HMT ITB

Menanggapi polemik tersebut, pihak Himpunan Mahasiswa Tambang ITB (HMT ITB) akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami memahami sensitivitas isu ini dan menyampaikan empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” tulis HMT ITB dalam pernyataan resmi, Rabu (15/4/2026).

Dalam klarifikasinya, HMT ITB menjelaskan bahwa Orkes Semi Dangdut (OSD) telah ada sejak tahun 1970-an, sementara lagu “Erika” sendiri diciptakan pada era 1980-an.

“Kami menyadari bahwa ini merupakan kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut tanpa mempertimbangkan perkembangan norma sosial dan kesusilaan saat ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebagai bentuk tanggung jawab, HMT ITB menyatakan telah mengambil langkah tegas dengan menarik seluruh konten terkait.

“Kami telah berkoordinasi untuk menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi serta akun yang terafiliasi,” tegasnya.

Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan organisasi dan konten yang berpotensi melanggar norma juga akan dilakukan.

Sorotan Akademisi: Mahasiswa Harus Jadi Teladan

Guru Besar Hukum dari Universitas Pendidikan Indonesia, Cecep Darmawan, menyayangkan kejadian tersebut.

Menurutnya, mahasiswa seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, bukan justru terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar norma.

“Jika itu benar, tidak patut dilakukan mahasiswa. Mereka seharusnya menjadi model bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan kampus terhadap aktivitas mahasiswa, terutama di era digital yang rentan terhadap penyebaran konten sensitif.

Selain aspek hukum, Cecep menyoroti pentingnya pendidikan karakter di lingkungan akademik.

“Dosen tidak hanya menyampaikan materi akademis, tetapi juga harus menanamkan nilai dan karakter yang baik kepada mahasiswa,” tambahnya.

Perlu Perhatian Pemerintah

Lebih lanjut, Cecep meminta pemerintah, khususnya kementerian terkait, untuk meningkatkan pengawasan terhadap implementasi nilai dan etika di lingkungan kampus.

Menurutnya, maraknya kasus serupa di sejumlah kampus, termasuk yang dikaitkan dengan Universitas Indonesia (UI), harus menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. (*)


Poin Utama Berita

  • Video mahasiswa ITB menyanyikan lagu “Erika” viral dan menuai kecaman
  • Lirik lagu diduga mengandung unsur pelecehan seksual
  • Video merupakan rekaman lama tahun 2020 yang kembali beredar
  • HMT ITB menyampaikan permintaan maaf dan melakukan take down konten
  • Akademisi menilai mahasiswa harus menjadi teladan dan menjaga etika
  • Pemerintah diminta perketat pengawasan karakter di lingkungan kampus