SEMARANG | Sentrapos.co.id – Bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat malam (15/5/2026). Dalam peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
Bencana hidrometeorologi itu terjadi di beberapa wilayah, mulai dari Kecamatan Ngaliyan, Tugu, hingga Semarang Barat. Selain banjir, tanggul jebol, longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik.
Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, aparat gabungan langsung bergerak melakukan patroli, pemantauan debit air, hingga evakuasi warga terdampak.
“Dari hasil pendataan sementara terdapat sejumlah titik banjir akibat luapan Sungai Plumbon dan Sungai Silandak, kerusakan infrastruktur, serta dua korban jiwa akibat terseret arus banjir,” ujar Kompol Riki, Sabtu (16/5/2026).
Dua Korban Tewas Akibat Arus Banjir
Korban pertama diketahui bernama Kurnia SM (22), warga Kecamatan Semarang Utara.
Korban ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB di belakang rumah warga di Jalan Sriyatno, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan.
Menurut polisi, saat kejadian korban tengah menuju tempat kerjanya di kawasan industri Candi sebelum diduga terseret derasnya arus banjir.
“Korban diduga terseret arus saat dalam perjalanan menuju tempat kerja,” jelas Riki.
Korban kedua adalah seorang lansia bernama Mbah Maryam (71), warga Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.
Maryam dilaporkan hanyut setelah tanggul Sungai Plumbon jebol sepanjang kurang lebih 48 meter dan merendam permukiman warga.
Setelah dilakukan pencarian semalaman oleh tim gabungan, jasad korban akhirnya ditemukan pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Tanggul Jebol dan Permukiman Terendam
Luapan Sungai Plumbon dan Sungai Silandak menjadi penyebab utama banjir di sejumlah wilayah Semarang.
Di Kelurahan Wonosari, banjir merendam Perumahan Mangkang Indah dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 60 sentimeter.
Sementara di Semarang Barat, dua titik tanggul Sungai Silandak di Kelurahan Kembangarum dilaporkan jebol hingga menyebabkan rumah warga terendam dan puluhan warga mengungsi ke posko darurat.
Beberapa wilayah lain seperti Kalibanteng Kulon dan Krapyak juga terdampak banjir akibat cuaca ekstrem tersebut.
Longsor dan Kerusakan Infrastruktur
Selain banjir, cuaca buruk juga memicu berbagai kerusakan infrastruktur di wilayah Ngaliyan.
Beberapa insiden yang dilaporkan antara lain:
- sepeda motor hanyut di kawasan industri Candi,
- baliho puskesmas ambruk dan menimpa kendaraan,
- talud lapangan ambrol,
- longsor di Jalan Panembahan Senopati,
- serta atap sekolah MI Baitul Huda rusak diterjang angin kencang.
Kampung Klampisan juga dilaporkan terendam banjir dan beberapa titik talud sungai mengalami longsor.
“Cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan di banyak titik dan mengganggu aktivitas warga,” kata aparat.
Tim Gabungan Dikerahkan
Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, PMI, relawan, dan warga terus melakukan evakuasi serta penanganan di lokasi bencana.
Petugas membantu proses penyelamatan warga, pembersihan material longsor, hingga pengamanan kawasan terdampak.
Pemerintah dan aparat juga mendirikan posko darurat untuk warga yang terpaksa mengungsi akibat banjir.
Warga Diimbau Tetap Waspada
Polrestabes Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang diperkirakan masih berpotensi terjadi.
Warga diminta segera melapor kepada aparat jika membutuhkan bantuan atau melihat kondisi yang membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan segera melapor apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” tegas Kompol Riki.
Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman Serius
Bencana yang melanda Semarang kembali menunjukkan tingginya risiko cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Pengamat kebencanaan menilai perlunya penguatan sistem drainase, normalisasi sungai, serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi banjir dan longsor.
Musibah ini juga menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di kawasan rawan banjir dan daerah dengan kontur tanah labil. (*)
Poin Utama Berita
- Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah Kota Semarang.
- Dua warga meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
- Tanggul Sungai Plumbon dan Sungai Silandak jebol.
- Puluhan warga mengungsi akibat rumah terendam banjir.
- Kerusakan infrastruktur terjadi di Ngaliyan, Tugu, dan Semarang Barat.
- Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, dan SAR diterjunkan ke lokasi.
- Polisi mengimbau warga waspada terhadap cuaca ekstrem susulan.
- Bencana dipicu hujan deras dan luapan sungai.

















