MALANG | SENTRAPOS.CO.ID — Bupati Malang, Sanusi, melantik 447 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang pada Senin (13/4/2026). Namun, satu nama yang paling menyita perhatian publik adalah anak kandungnya sendiri, Ahmad Zulfikar Nurahman, yang dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Pelantikan yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang ini langsung memicu sorotan tajam dan tudingan nepotisme di tengah publik.
Dalam pelantikan tersebut, tiga jabatan strategis setingkat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) turut diisi, yakni Kepala Satpol PP, Kepala DLH, dan Kepala Disperindag.
“Saya tekankan agar saudara yang baru dilantik memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Sanusi.
Isu Nepotisme Mencuat
Penunjukan Ahmad Zulfikar Nurahman sebagai Kadis LH memunculkan perdebatan, mengingat statusnya sebagai anak kandung bupati.
Namun, Zulfikar menyatakan memahami kritik publik yang berkembang dan menilai hal tersebut sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap pejabat publik.
“Saya memahami jika publik mempertanyakan kualitas pejabat publik sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Rekam Jejak Akademik Jadi Sorotan
Secara akademik, Zulfikar dinilai memiliki latar belakang kuat di bidang lingkungan. Ia meraih gelar doktor (S3) Ilmu Lingkungan dari Universitas Brawijaya dengan predikat cum laude pada 2023–2024.
Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Sekretaris DLH sejak 2023 dan sempat menjadi Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH sebelum dilantik definitif.
Pemkab Malang Bantah Nepotisme
Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan profesional.
“Bukan berdasarkan penunjukan atau main mata. Semua tahapan dilaporkan ke BKN secara real time,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa seleksi melibatkan tim penguji independen dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Malang, dan Universitas Brawijaya.
Bahkan, dalam proses uji kompetensi, Zulfikar diminta mempresentasikan materi dalam bahasa Inggris, serta dinilai unggul dari sisi akademik dibanding kandidat lainnya.
Sanusi Tekankan Meritokrasi ASN
Sanusi menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari sistem meritokrasi yang menilai kinerja, kompetensi, dan integritas ASN.
“Kami akan terus mengawasi kinerja ASN agar profesional dan akuntabel,” tegasnya.
Ia juga berharap para pejabat yang dilantik mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan pelayanan publik.
Ujian Integritas di Tengah Sorotan Publik
Kasus ini menjadi ujian serius bagi Pemerintah Kabupaten Malang dalam menjaga kepercayaan publik.
Di satu sisi, pemerintah mengklaim proses berjalan transparan dan sesuai aturan. Namun di sisi lain, persepsi publik terkait konflik kepentingan masih menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kinerja nyata. (*)
Poin Utama Berita
- Bupati Malang melantik 447 pejabat, termasuk anaknya sendiri
- Ahmad Zulfikar Nurahman jadi Kadis LH dan disorot publik
- Isu nepotisme mencuat di tengah pelantikan pejabat
- Pemkab Malang bantah, sebut proses seleksi transparan
- Zulfikar punya latar belakang akademik S3 cum laude
- Seleksi diklaim melibatkan tim independen dan BKN
- Meritokrasi ASN ditegaskan sebagai dasar kebijakan

















