BANDUNG | Sentrapos.co.id – Kenaikan harga gas LPG nonsubsidi kembali memicu perhatian publik. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke energi alternatif yang lebih terjangkau dan mandiri.
Kebijakan kenaikan harga LPG ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram diketahui merupakan keputusan pemerintah pusat. Pemerintah daerah, kata Dedi, hanya dapat mengarahkan masyarakat untuk mencari solusi alternatif.
Berdasarkan data dari Pertamina Patra Niaga, harga LPG 5,5 kg kini naik menjadi kisaran Rp107.000 hingga Rp134.000, dari sebelumnya Rp90.000 hingga Rp117.000. Sementara LPG 12 kg melonjak menjadi Rp228.000 hingga Rp285.000, dari sebelumnya Rp192.000 hingga Rp249.000.
“Kami di daerah mendorong masyarakat menggunakan energi lain, tidak hanya LPG. Di perkampungan, masih banyak yang bisa menggunakan kayu bakar,” ujar Dedi, Senin (20/4/2026).
Dedi menegaskan, masyarakat perlu menyesuaikan kebutuhan energi dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Ia juga mencontohkan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai solusi energi alternatif.
“Saya sendiri mengelola kotoran sapi menjadi gas dan listrik. Sampah juga bisa diolah jadi energi. Kita harus menyesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki potensi besar dalam berinovasi, termasuk dalam menciptakan kemandirian energi berbasis lingkungan.
Petisi Revitalisasi Gedung Sate Jadi Sorotan
Di sisi lain, rencana revitalisasi kawasan Gedung Sate turut menjadi perhatian publik. Sebuah petisi yang beredar di media sosial menolak rencana penataan ulang yang dinilai akan menutup sebagian ruas Jalan Diponegoro.
Petisi tersebut menilai kebijakan itu berpotensi memicu kemacetan, terutama di kawasan padat lalu lintas.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tidak ada rencana penutupan jalan, melainkan hanya pengalihan arus kendaraan.
“Sampai hari ini Jalan Diponegoro tidak ditutup,” tegasnya.
Ia menjelaskan, konsep yang diterapkan adalah pengalihan jalur menjadi melingkar melalui Jalan Cimandiri, bukan penutupan total.
“Yang ada pengalihan arus, bukan penutupan. Selama pembangunan belum selesai, jalan tetap bisa dilintasi,” jelasnya.
Dedi memastikan, pengalihan arus baru akan diberlakukan setelah penataan kawasan selesai dan dinilai lebih nyaman bagi masyarakat.
Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelancaran mobilitas warga. (*)
Poin Utama Berita
- Harga LPG nonsubsidi 5,5 kg dan 12 kg resmi naik
- Gubernur Jabar dorong warga gunakan energi alternatif
- Kayu bakar hingga biogas jadi solusi yang disarankan
- Pemanfaatan limbah seperti kotoran sapi dan sampah sebagai energi
- Petisi penolakan revitalisasi Gedung Sate ramai di media sosial
- Dedi tegaskan Jalan Diponegoro tidak ditutup, hanya dialihkan
- Pengalihan arus akan dilakukan setelah proyek selesai
- Kebijakan diarahkan untuk keseimbangan ekonomi dan lingkungan

















