Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Iran Tuding Israel Gagalkan Kesepakatan Damai dengan AS, Netanyahu Disebut Terus Dorong Perang

42
×

Iran Tuding Israel Gagalkan Kesepakatan Damai dengan AS, Netanyahu Disebut Terus Dorong Perang

Sebarkan artikel ini
Seorang pria berdiri membawa bendera Iran di persimpangan Valiasr Square di Teheran, Senin (6/4/2026).(AFP/ATTA KENARE)
Seorang pria berdiri membawa bendera Iran di persimpangan Valiasr Square di Teheran, Senin (6/4/2026).(AFP/ATTA KENARE)
Example 468x60

Teheran Sebut Israel Aktif Bentuk Opini dan Pengaruhi AS di Tengah Negosiasi Penghentian Konflik Timur Tengah

TEHERAN | Sentrapos.co.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menuding Israel berupaya menggagalkan proses negosiasi antara Teheran dan Amerika Serikat terkait upaya penghentian perang dan stabilitas kawasan.

Pemerintah Iran menilai Israel secara aktif mendorong situasi agar konflik tetap berlanjut di tengah pembicaraan diplomatik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismaeil Baghaei, mengatakan Israel diduga terus melakukan berbagai langkah politik dan propaganda untuk merusak peluang tercapainya kesepakatan damai.

“Entitas Zionis melakukan segala upaya untuk merusak kesepakatan ini,” tegas Ismaeil Baghaei seperti dikutip media internasional, Senin (25/5/2026).

Menurut Baghaei, Israel dinilai aktif membentuk opini publik internasional dan memengaruhi kebijakan pejabat Amerika Serikat agar tetap mengambil sikap keras terhadap Iran.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya intensitas komunikasi antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Netanyahu disebut terus menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran belum sepenuhnya selesai meskipun gencatan senjata sedang berlangsung.

“Negara-negara yang terus menyerukan perang dan permusuhan sangat aktif membentuk opini media,” lanjut Baghaei.

Iran Akui Ada Kemajuan Negosiasi, Namun Kesepakatan Belum Dekat

Meski mengakui adanya perkembangan positif dalam pembicaraan diplomatik, Iran menegaskan bahwa proses menuju kesepakatan akhir masih jauh dari selesai.

Baghaei menyebut sejumlah isu utama memang telah menemukan titik temu, namun belum ada kepastian terkait penandatanganan perjanjian resmi antara kedua negara.

“Benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan atas sebagian besar isu yang dibahas, namun belum bisa dikatakan kesepakatan sudah di depan mata,” ujarnya.

Di sisi lain, Iran juga menyoroti isu lalu lintas maritim di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.

Teheran menegaskan bahwa pungutan biaya terhadap kapal yang melintas bukan bentuk tarif sepihak, melainkan biaya layanan navigasi dan perlindungan lingkungan di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman.

Pernyataan Iran tersebut kembali memicu perhatian dunia internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Situasi terbaru ini menunjukkan bahwa stabilitas Timur Tengah masih sangat rentan, terutama di tengah tarik-menarik kepentingan politik, keamanan, dan diplomasi global antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. (*)


Poin Utama Berita

  • Iran menuding Israel berupaya menggagalkan negosiasi damai dengan AS.
  • Israel disebut aktif membentuk opini internasional agar konflik berlanjut.
  • Benjamin Netanyahu dilaporkan terus mendesak sikap keras terhadap Iran.
  • Iran mengakui ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.
  • Teheran menegaskan kesepakatan damai belum dekat tercapai.
  • Selat Hormuz kembali menjadi sorotan terkait biaya layanan maritim Iran.
  • Ketegangan geopolitik Timur Tengah dinilai masih sangat tinggi.
  • Konflik Iran-Israel berpotensi memengaruhi stabilitas global dan harga energi dunia.