Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

KASBI Tolak May Day Fiesta Bersama Presiden Prabowo, Siap Turun ke DPR dengan 10.000 Massa

48
×

KASBI Tolak May Day Fiesta Bersama Presiden Prabowo, Siap Turun ke DPR dengan 10.000 Massa

Sebarkan artikel ini
Demo peringatan Hari Buruh Internasional 2025 di Kota Malang, Kamis (01/05/2025).
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Konfederasi KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) menegaskan sikap menolak bergabung dalam agenda May Day Fiesta di Monas yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada 1 Mei 2026.

Sebagai gantinya, KASBI bersama aliansi buruh lainnya memilih menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

10.000 Buruh Siap Aksi di DPR RI

Ketua Umum KASBI, Sunarno, menyatakan aksi tersebut akan melibatkan massa besar yang diperkirakan mencapai 10.000 orang.

“Kami bersama Aliansi GEBRAK akan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI dengan estimasi sekitar 10.000 massa,” tegas Sunarno.

Aksi ini juga akan dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk konsolidasi gerakan buruh nasional.


Tolak Narasi ‘Mainstream’ May Day Fiesta

Sunarno menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan gerakan independen yang berbeda dari perayaan May Day Fiesta di Monas.

“Kami tidak bergabung karena kondisi buruh saat ini masih memprihatinkan dan tidak bisa direduksi dalam seremoni,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan di Monas sarat dengan kooptasi kekuasaan dan tidak merepresentasikan perjuangan buruh secara substantif.


Soroti UU Cipta Kerja dan Sistem Kerja Fleksibel

KASBI menilai kondisi perburuhan semakin sulit akibat penerapan sistem kerja fleksibel yang dinilai merugikan pekerja.

“Sistem kerja fleksibilitas membuat buruh sulit mendapatkan status tetap dan hak normatif semakin tergerus,” kata Sunarno.

Ia juga menyinggung dampak regulasi seperti Undang-Undang Cipta Kerja dan aturan turunannya yang dianggap memperburuk perlindungan tenaga kerja.


Deretan Tuntutan Buruh

Dalam aksi May Day 2026, KASBI membawa sejumlah tuntutan strategis, di antaranya:

  • Revisi UU Ketenagakerjaan yang pro buruh
  • Penghapusan outsourcing dan sistem kerja kontrak
  • Penetapan upah layak nasional
  • Penghentian PHK massal
  • Jaminan perlindungan buruh perempuan dan disabilitas
  • Pendidikan dan layanan kesehatan gratis
  • Penegakan supremasi sipil dan penghentian kriminalisasi aktivis

Kritik Militerisme dan Isu Demokrasi

KASBI juga menyoroti isu yang lebih luas, termasuk dugaan meningkatnya peran militer dalam ranah sipil.

“Kami menolak militerisme, kriminalisasi gerakan rakyat, dan praktik yang merugikan demokrasi,” tegas Sunarno.


May Day Bukan Sekadar Seremoni

KASBI menegaskan bahwa Hari Buruh Internasional bukan hanya sekadar perayaan, tetapi momentum refleksi dan perjuangan.

“May Day adalah simbol perlawanan terhadap eksploitasi dan harus tetap independen dari kepentingan politik maupun modal,” pungkasnya. (*)


Poin Utama Berita

  • KASBI menolak ikut May Day Fiesta di Monas bersama Presiden
  • Sekitar 10.000 buruh akan aksi di depan DPR RI
  • Aksi dilakukan serentak di berbagai daerah
  • KASBI kritik kondisi buruh yang dinilai masih memprihatinkan
  • Sorotan pada UU Cipta Kerja dan sistem kerja fleksibel
  • Tuntutan: upah layak, hapus outsourcing, stop PHK
  • Kritik terhadap militerisme dan isu demokrasi
  • May Day disebut sebagai momentum perjuangan, bukan seremoni
error: Content is protected !!