JAKARTA, SENTRAPOS.CO.ID — Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Badan Pemulihan Aset (BPA) akan melelang ratusan aset hasil penegakan hukum dalam ajang BPA Fair 2026, dengan nilai total diperkirakan menembus Rp100 miliar.
Kepala BPA, Kuntadi, menyatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pemulihan kerugian negara melalui mekanisme lelang terbuka yang transparan dan akuntabel.
“Program ini dirancang secara komprehensif untuk menguatkan sistem pemulihan aset nasional melalui integrasi data dan optimalisasi nilai manfaat ekonomi maupun sosial,” tegas Kuntadi.
Ratusan Aset Bernilai Tinggi Dilelang
Ajang yang akan digelar pada 18–22 Mei 2026 ini menargetkan penjualan sekitar 75 persen dari total aset yang ditawarkan.
Sebanyak lebih dari 400 aset dalam 245 lot siap dilelang kepada publik. Mayoritas atau sekitar 90 persen merupakan aset bergerak, sehingga masyarakat dapat melihat langsung kondisi barang sebelum mengikuti lelang.
Aset yang ditawarkan tergolong bernilai tinggi dan menarik perhatian, di antaranya:
- Mobil sport seperti Ferrari
- Lukisan berbahan emas
- Perhiasan dan tas mewah
- Kendaraan premium lainnya
Seluruh aset telah melalui proses pengelolaan dan perawatan guna menjaga nilai ekonominya sebelum dilepas ke publik.
Transparansi dan Edukasi Publik
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penjualan aset, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik.
“Penegakan hukum tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga harus memastikan pemulihan kerugian negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan menjawab berbagai persepsi publik terkait pengelolaan aset hasil perkara yang selama ini dinilai kurang transparan.
Lelang Terbuka dan Digital
Proses lelang akan dilakukan secara terbuka melalui e-catalogue resmi, sehingga masyarakat memiliki akses informasi yang setara serta peluang yang sama untuk berpartisipasi.
Dalam pelaksanaannya, BPA bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), termasuk:
- Bank Mandiri
- Bank Negara Indonesia
- Bank Syariah Indonesia
Kolaborasi ini mencakup dukungan sistem transaksi, pembayaran, hingga publikasi dan edukasi mekanisme lelang kepada masyarakat luas.
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Anggoro Eko Cahyo, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem aset berbasis syariah.
Sementara itu, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyebut sinergi ini mampu mendorong optimalisasi nilai tambah ekonomi dari aset hasil penegakan hukum.
“Masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pengelolaan aset hasil penegakan hukum,” tutup Anang. (*)
Poin Utama Berita
- Kejagung lelang ratusan aset hasil perkara di BPA Fair 2026
- Nilai aset diperkirakan tembus Rp100 miliar
- Mobil Ferrari hingga lukisan emas jadi daya tarik utama
- Lebih dari 400 aset dalam 245 lot siap dilelang
- Lelang dilakukan terbuka melalui e-catalogue resmi
- Sinergi dengan Kemenkeu dan Himbara perkuat transparansi

















