Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIWISATA & KULINER

Kemenpar Ungkap 3 Tantangan Gaet Turis Australia, Bali Tetap Andalan dengan Strategi Pariwisata Berkualitas

35
×

Kemenpar Ungkap 3 Tantangan Gaet Turis Australia, Bali Tetap Andalan dengan Strategi Pariwisata Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.idKementerian Pariwisata Republik Indonesia mengungkap sejumlah tantangan utama dalam menarik wisatawan asal Australia di tengah ketatnya persaingan destinasi regional. Meski demikian, Bali tetap menjadi magnet utama dan terus diperkuat melalui strategi pariwisata berkualitas.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyebut ada tiga isu krusial yang tengah dibenahi pemerintah.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Tantangan pertama adalah keterbatasan konektivitas udara dan harga tiket internasional yang masih tinggi. Kedua, persepsi terhadap kualitas dan kebersihan. Ketiga, inkonsistensi standar layanan antar destinasi,” tegas Ayu Marthini.

Pemerintah kini menggencarkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari maskapai hingga pemerintah daerah, guna meningkatkan kualitas layanan pariwisata, tidak hanya mengejar jumlah kunjungan.

Menanggapi isu overcapacity di Bali, Kemenpar meluruskan bahwa persoalan sebenarnya adalah ketimpangan distribusi wisatawan.

“Bali bukan overcapacity, melainkan over-concentration. Wisatawan terlalu terkonsentrasi di Bali Selatan,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong program 3B (Bali Utara, Bali Barat, Banyuwangi) guna mendistribusikan wisatawan secara merata sekaligus menjaga kualitas destinasi.

Selain itu, program “Bali and Beyond” terus diperkuat untuk mendorong wisatawan menjelajahi destinasi lain seperti Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Bromo, hingga Raja Ampat.

“Bali yang sesungguhnya masih ada. Kami mengundang wisatawan untuk menjelajahinya dengan tetap menghormati budaya dan lingkungan,” tambahnya.


Fokus pada Wisatawan Berkualitas

Kemenpar kini mengubah pendekatan dengan menitikberatkan pada kualitas wisatawan, bukan sekadar jumlah kunjungan.

“Kami ingin wisatawan tinggal lebih lama, membelanjakan lebih banyak, dan menghargai budaya lokal,” ujar Ayu.

Strategi ini dikenal sebagai high-value tourism dan experience-based tourism, yang dinilai lebih berkelanjutan bagi ekonomi dan lingkungan.

Pemerintah juga mewaspadai pergeseran minat turis Australia ke destinasi lain seperti Jepang, yang menawarkan pengalaman berbeda.


Destinasi Prioritas untuk Pasar Australia

Selain Bali, pemerintah memprioritaskan empat destinasi unggulan untuk pasar Australia, yakni:

  • Labuan Bajo (wisata alam premium & Taman Nasional Komodo)
  • Mandalika (sport tourism & serenity)
  • Yogyakarta (wisata budaya)
  • Danau Toba (geopark & heritage)

Selain itu, produk wisata minat khusus seperti marine tourism, wellness tourism, gastro tourism, hingga MICE juga terus dikembangkan.

“Diversifikasi destinasi penting untuk mengurangi tekanan di Bali dan memberi pilihan lebih luas bagi wisatawan,” pungkas Ayu.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun pariwisata berkelanjutan berbasis kualitas, pengalaman, dan pemerataan ekonomi daerah. (*)


Poin Utama Berita

  • Kemenpar ungkap 3 tantangan utama tarik turis Australia
  • Bali tetap jadi destinasi unggulan Indonesia
  • Isu utama: tiket mahal, kebersihan, standar layanan
  • Program 3B untuk pemerataan wisatawan
  • Fokus pada high-value tourism dan pengalaman wisata
  • Promosi destinasi alternatif: Labuan Bajo, Mandalika, Yogyakarta, Danau Toba
error: Content is protected !!