Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Diguyur Hujan Deras, Ribuan Buruh dan Mahasiswa Kepung Balai Kota Malang: Tolak UU Cipta Kerja hingga Tuntut Pendidikan Gratis

41
×

Diguyur Hujan Deras, Ribuan Buruh dan Mahasiswa Kepung Balai Kota Malang: Tolak UU Cipta Kerja hingga Tuntut Pendidikan Gratis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MALANG | Sentrapos.co.id — Ribuan buruh dan mahasiswa tetap turun ke jalan memperingati May Day 2026 di Kota Malang, Jumat (1/5/2026), meski diguyur hujan deras sejak sore hari.

Massa aksi memadati kawasan Bundaran Tugu hingga halaman Balai Kota Malang setelah melakukan long march dari Alun-alun Merdeka. Sepanjang perjalanan, mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, serta menyampaikan orasi secara bergantian.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Aksi berlangsung tertib meski kondisi cuaca kurang bersahabat. Sejumlah peserta mengenakan jas hujan, sementara lainnya berteduh di bawah pepohonan dan baliho di sekitar lokasi.

Genangan air di beberapa titik tidak menghalangi semangat massa untuk tetap bertahan hingga aksi selesai.

“Hak buruh tidak boleh diabaikan. Kami akan terus menyuarakan ini,” ujar salah satu peserta aksi di sela orasi.

Tolak UU Cipta Kerja, Soroti Ketidakpastian Status Kerja

Koordinator aksi, Misdi, menegaskan bahwa tuntutan utama dalam aksi ini adalah pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai merugikan buruh.

Menurutnya, regulasi tersebut memperpanjang ketidakpastian status kerja, khususnya bagi pekerja kontrak.

“Dulu ada batas jelas kontrak kerja, sekarang bisa lebih lama dan tidak jelas ujungnya,” tegas Misdi.

Ia menilai fleksibilitas dalam aturan baru justru berpotensi merugikan pekerja karena membuka peluang kontrak berkepanjangan tanpa kepastian pengangkatan sebagai karyawan tetap.

Tuntutan Meluas: Pendidikan Gratis hingga Jaminan Pensiun

Selain isu ketenagakerjaan, massa juga membawa sejumlah tuntutan lain yang menyentuh aspek kesejahteraan sosial.

Beberapa di antaranya:

  • Pendidikan gratis bagi anak buruh
  • Perbaikan jaminan pensiun
  • Transportasi publik gratis bagi pekerja

Salah satu peserta aksi, Nuryati, menyampaikan bahwa pendidikan menjadi harapan utama bagi keluarga buruh untuk keluar dari keterbatasan ekonomi.

“Kami ingin anak-anak punya masa depan lebih baik. Pendidikan itu kunci,” ujarnya.

Ia mengaku harus bekerja keras agar anak-anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang lebih tinggi.

“Cukup saya saja yang jadi buruh. Anak-anak jangan. Kami berharap ada beasiswa untuk anak buruh,” tambahnya.

Aksi Tertib di Tengah Cuaca Ekstrem

Meski hujan deras mengguyur sepanjang aksi, situasi tetap kondusif. Massa aksi bertahan dengan disiplin dan tidak terprovokasi.

Momentum May Day 2026 di Malang ini menjadi bukti kuat bahwa isu kesejahteraan buruh masih menjadi perhatian serius dan belum sepenuhnya terjawab oleh kebijakan pemerintah. (*)


Poin Utama Berita

  • Ribuan buruh dan mahasiswa aksi di Malang saat hujan deras
  • Long march dari Alun-alun Merdeka ke Balai Kota Malang
  • Tuntutan utama: pencabutan UU Cipta Kerja
  • Soroti ketidakpastian status kerja kontrak
  • Tuntut pendidikan gratis dan jaminan pensiun
  • Aksi berlangsung tertib meski cuaca ekstrem
error: Content is protected !!