JAKARTA | Sentrapos.co.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, berlangsung spektakuler. Sedikitnya 250 ribu buruh dari berbagai daerah memadati lokasi acara yang turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menyebut perayaan tahun ini sebagai momentum bersejarah bagi gerakan buruh Indonesia.
“Ini luar biasa, 250.000 buruh hadir bersama Presiden. Saya sangat bahagia,” ujar Andi Gani, Jumat (1/5/2026).
Prabowo: Sisa Hidup untuk Rakyat
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada rakyat, khususnya kaum pekerja.
“Sisa hidup saya adalah untuk rakyat saya!” tegas Prabowo di hadapan ratusan ribu buruh.
Pernyataan tersebut langsung disambut gemuruh tepuk tangan dan sorakan dari massa buruh yang hadir.
Deretan “Hadiah” untuk Buruh
Pada momentum May Day 2026, pemerintah mengumumkan sejumlah kebijakan strategis yang disebut sebagai “hadiah” bagi buruh, antara lain:
- Pembentukan Satgas PHK melalui Kepres No. 10 Tahun 2026
- Pemangkasan potongan ojol menjadi 8% melalui Perpres No. 27 Tahun 2026
- BPJS Kesehatan dan Jaminan Kecelakaan Kerja untuk driver ojol
- Kredit rakyat bunga rendah maksimal 5%
- Penyediaan daycare di kawasan industri
- Target pembangunan 1 juta rumah buruh
- Penyelesaian RUU Ketenagakerjaan tahun ini
- Ratifikasi Konvensi ILO No. 188 untuk pekerja kapal
“Kami akan membela buruh. Yang terancam PHK, negara akan hadir melindungi,” tegas Prabowo.
Usulan Buruh: Beasiswa hingga RS Khusus
Andi Gani juga menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada Presiden, termasuk:
- Beasiswa LPDP untuk aktivis buruh
- Pembangunan rumah sakit buruh
- Penyediaan perumahan dan layanan kesehatan
- Perlindungan pekerja rumah tangga (PRT)
Menurutnya, Presiden merespons positif usulan tersebut dan membuka ruang dialog lanjutan.
Simbol Persatuan Buruh
May Day 2026 mengusung tema solidaritas dan persatuan buruh. Meski sebagian kelompok buruh menggelar aksi di DPR, Andi Gani menegaskan hal tersebut merupakan dinamika demokrasi yang wajar.
“Kami menghormati teman-teman yang aksi di DPR. Itu bagian dari demokrasi,” ujarnya.
Gotong Royong Tanpa APBN
Menariknya, seluruh pembiayaan acara May Day 2026 disebut berasal dari gotong royong buruh, tanpa menggunakan anggaran negara.
“Ini murni gotong royong. Tidak ada dana APBN,” tegas Andi Gani.
Marsinah Diabadikan
Selain perayaan May Day, Presiden juga dijadwalkan meresmikan museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur.
Langkah ini dinilai sebagai penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh Indonesia. (*)
Poin Utama Berita
- 250 ribu buruh padati Monas dalam May Day 2026
- Prabowo tegaskan pengabdian untuk rakyat
- Pemerintah umumkan banyak kebijakan pro-buruh
- Potongan ojol dipangkas, BPJS diberikan
- Buruh usulkan beasiswa hingga rumah sakit khusus
- Perayaan tanpa dana APBN, murni gotong royong
- Museum Marsinah akan diresmikan

















