Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Guru Besar PTKIN Harus Unggul Akademik dan Mendalam Secara Spiritual

31
×

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Guru Besar PTKIN Harus Unggul Akademik dan Mendalam Secara Spiritual

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan para guru besar di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri pengukuhan dua guru besar di UIN Datokarama, yang berlangsung di Auditorium Kampus 1000 Mimpi, Minggu (26/4/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dua akademisi yang resmi dikukuhkan yakni Rusli Takunas sebagai Guru Besar Pendidikan Islam Multikultural dan Askar sebagai Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa jabatan profesor bukan sekadar puncak karier akademik, melainkan amanah besar yang harus diiringi dengan kualitas ruhani dan kedekatan kepada Tuhan.

Menurutnya, seorang profesor harus mampu menjadi sosok yang tidak hanya ahli ilmu, tetapi juga ahli zikir.

“Profesor adalah ahlul ilmi, tetapi tidak semua ahlul ilmi itu adalah ahludz zikri. Tugas kita adalah mampu menjadi keduanya,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia menjelaskan, dalam Al-Qur’an umat diperintahkan untuk bertanya kepada ahludz zikri, yakni orang-orang yang memiliki kedekatan spiritual dengan Allah, bukan hanya kepada mereka yang memiliki pengetahuan akademik.

Karena itu, integrasi antara keilmuan dan spiritualitas menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan Islam yang utuh dan bermakna.

“Keilmuan tanpa spiritualitas akan kehilangan arah, sementara spiritualitas tanpa ilmu akan kehilangan pijakan,” tegas Menag.

Selain menyoroti kualitas guru besar, Menag juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah profesor di PTKIN sebagai indikator kemajuan dan daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam di tingkat nasional maupun global.

Ia menilai, semakin banyak guru besar yang lahir, semakin kuat pula kapasitas akademik dan pengaruh keilmuan sebuah institusi pendidikan tinggi.

Sementara itu, Rektor UIN Datokarama, Lukman Thahir, menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya guru besar baru sebagai bagian dari penguatan mutu institusi.

Dalam masa kepemimpinannya, kampus tersebut telah berhasil melahirkan enam profesor baru.

“Kami terus berupaya mempercepat lahirnya guru besar sebagai langkah meningkatkan kualitas institusi,” kata Lukman Thahir.

Ia menambahkan, UIN Datokarama saat ini tengah mengembangkan konsep “Mutiara Keilmuan”, yakni integrasi antara ilmu umum, ilmu agama, dan budaya lokal sebagai fondasi pendidikan kampus.

Selain itu, kampus juga memperluas jejaring kerja sama internasional untuk menarik mahasiswa asing mempelajari studi keislaman, toleransi, dan pluralisme di Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi UIN Datokarama sebagai pusat pendidikan Islam yang inklusif, moderat, dan berdaya saing global.

Dengan penguatan kualitas akademik dan spiritualitas, PTKIN diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. (*)


Poin Utama Berita

  • Menag Nasaruddin Umar mengingatkan guru besar PTKIN harus unggul akademik dan spiritual
  • Jabatan profesor disebut bukan hanya puncak akademik, tetapi amanah moral
  • Menag menekankan pentingnya menjadi ahlul ilmi sekaligus ahludz zikri
  • Dua guru besar baru dikukuhkan di UIN Datokarama
  • Mereka adalah Rusli Takunas dan Askar
  • PTKIN didorong menambah jumlah guru besar untuk meningkatkan daya saing
  • UIN Datokarama telah melahirkan enam profesor baru
  • Kampus mengembangkan konsep Mutiara Keilmuan berbasis integrasi ilmu dan budaya
error: Content is protected !!