Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWATEKNO & GAME

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Anak Main Gadget 5 Jam Sehari: Ancaman Serius bagi Pendidikan dan Karakter

41
×

Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Anak Main Gadget 5 Jam Sehari: Ancaman Serius bagi Pendidikan dan Karakter

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya pengendalian penggunaan ruang digital bagi anak, menyusul tingginya durasi penggunaan gawai di kalangan pelajar.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan KUPAS (Kumpul TUNAS) yang digelar di SMPN 1 Jakarta, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan itu, Meutya menyoroti fenomena anak yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, yang dinilai berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan pembentukan karakter.

“Kalau sampai lima jam sehari dihabiskan di layar, kapan waktu anak untuk belajar dan berprestasi? Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Meutya.


Ancaman Nyata di Ruang Digital

Menkomdigi mengingatkan bahwa ruang digital bukanlah tempat yang sepenuhnya aman bagi anak-anak. Berbagai risiko mengintai, mulai dari penipuan hingga paparan konten berbahaya.

“Kasus penipuan akun game, konten tidak pantas, hingga ancaman kekerasan online adalah bukti nyata bahwa risiko di ruang digital itu dekat dengan anak-anak kita,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi alarm serius bagi orang tua, sekolah, dan pemerintah untuk lebih aktif melakukan pengawasan dan edukasi digital.


Pemerintah Perkuat Perlindungan Anak Digital

Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menerbitkan:

  • Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS)

Aturan ini mengatur sejumlah hal penting, di antaranya:

  • Pembatasan akses anak terhadap platform digital tertentu
  • Penguatan perlindungan data dan aktivitas anak di internet
  • Pengawasan bersama antara pemerintah dan DPR

“Kami bersama DPR akan memastikan aturan ini berjalan efektif untuk melindungi generasi muda,” tegas Meutya.


Sekolah Didorong Batasi Penggunaan HP

Dalam kesempatan tersebut, Menkomdigi juga mengapresiasi kebijakan SMPN 1 Jakarta yang membatasi penggunaan ponsel selama kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, langkah ini terbukti membantu siswa:

  • Lebih fokus belajar
  • Aktif bersosialisasi
  • Mengembangkan potensi diri

“Kami berharap anak-anak bisa lebih fokus belajar dan membangun karakter di sekolah,” katanya.


Kolaborasi Jadi Kunci

Kegiatan KUPAS menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat literasi digital dan perlindungan anak di era teknologi.

Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara:

  • Orang tua
  • Sekolah
  • Pemerintah

Agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas digital, namun tetap berkarakter kuat. (*)


Poin Utama Berita

  • Menkomdigi soroti anak gunakan gadget hingga 5 jam per hari
  • Risiko digital: penipuan, konten berbahaya, kekerasan online
  • Pemerintah terbitkan PP TUNAS untuk perlindungan anak
  • Pembatasan akses digital berdasarkan usia mulai diterapkan
  • SMPN 1 Jakarta batasi penggunaan HP di sekolah
  • Kolaborasi orang tua, sekolah, dan pemerintah jadi kunci
  • Literasi digital menjadi fokus utama kebijakan nasional
error: Content is protected !!