Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Terungkap! Peserta UTBK SNBT di Undip Tanam Alat di Telinga, Terendus Metal Detector Saat Mau Ujian Kedokteran

63
×

Terungkap! Peserta UTBK SNBT di Undip Tanam Alat di Telinga, Terendus Metal Detector Saat Mau Ujian Kedokteran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG | Sentrapos.co.id — Dugaan kecurangan mencoreng pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro. Seorang peserta kedapatan menanam alat bantu elektronik di dalam telinganya saat hendak mengikuti ujian.

Kasus ini terjadi di Kampus Tembalang, Semarang, pada hari pertama pelaksanaan UTBK SNBT 2026, Selasa (21/4/2026). Peserta tersebut diketahui mendaftar pada Fakultas Kedokteran.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Wakil Rektor Undip, Heru Susanto, mengungkapkan bahwa kecurangan terdeteksi saat proses skrining menggunakan metal detector sebelum peserta memasuki ruang ujian.

“Saat skrining dengan metal detector, ditemukan ada logam di dalam pakaian peserta. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata juga ada alat di dalam telinganya,” ungkap Heru.

Karena peserta berjenis kelamin perempuan, pemeriksaan dilakukan oleh panitia wanita guna memastikan prosedur berjalan sesuai standar.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan perangkat elektronik kecil yang diduga digunakan untuk membantu menjawab soal UTBK SNBT secara tidak sah.

“Yang bersangkutan mengakui alat itu digunakan untuk kepentingan ujian,” tegasnya.

Namun, alat tersebut tidak dapat langsung dilepas oleh panitia karena ukurannya yang kecil dan berisiko bagi kesehatan. Pihak kampus akhirnya membawa peserta ke klinik THT untuk penanganan medis.

“Kami tidak berani mengambil alat tersebut. Akhirnya harus dibawa ke dokter THT untuk dilepas agar tidak membahayakan,” jelas Heru.

Proses interogasi dan penanganan berlangsung cukup lama, hingga akhirnya peserta tidak dapat mengikuti ujian karena waktu telah habis.

Meski demikian, pihak kampus tidak langsung menjatuhkan sanksi. Kasus ini dilaporkan ke panitia pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) untuk ditindaklanjuti.

“Kewenangan sanksi ada di kementerian. Kami hanya melaporkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Tim SNPMB 2026, Eduart Wolok, menyebut kasus ini sebagai salah satu bentuk kecurangan serius yang terjadi pada hari pertama UTBK.

“Alat bantu dengarnya sampai masuk ke dalam telinga, sehingga harus ditangani dokter untuk melepasnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Universitas Negeri Jakarta.

Pihak Undip menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut dan memastikan akan memperketat pengawasan untuk mencegah praktik serupa.

“Kami mengimbau peserta untuk percaya diri dan tidak melakukan kecurangan karena justru akan merugikan diri sendiri,” pungkas Heru. (*)


Poin Utama Berita

  • Peserta UTBK SNBT 2026 di Undip kepergok curang
  • Modus ekstrem: tanam alat elektronik di telinga
  • Terdeteksi saat skrining metal detector
  • Peserta merupakan pendaftar Fakultas Kedokteran
  • Alat harus dilepas oleh dokter THT karena berisiko
  • Interogasi berlangsung lama, peserta gagal ikut ujian
  • Kasus dilaporkan ke panitia pusat SNPMB
  • Kampus akan perketat pengawasan UTBK