Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSHUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Polisi Gerebek Day Care di Yogyakarta, 103 Anak Diduga Jadi Korban Penelantaran dan Kekerasan, 30 Orang Diamankan

28
×

Polisi Gerebek Day Care di Yogyakarta, 103 Anak Diduga Jadi Korban Penelantaran dan Kekerasan, 30 Orang Diamankan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YOGYAKARTA | Sentrapos.co.id – Aparat kepolisian menggerebek sebuah day care Little Aresha di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta, yang diduga terlibat dalam kasus penelantaran hingga penganiayaan anak balita. Dalam operasi tersebut, sebanyak 30 orang mulai dari pengasuh hingga pengelola yayasan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan bahwa puluhan orang tersebut kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, kemarin kami mengamankan sekitar 30 orang, terdiri dari pengasuh hingga pejabat yayasan,”
ujar Kompol Riski di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Hingga saat ini, belum ada penetapan tersangka karena penyidik masih melakukan pendalaman secara maraton bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Dari hasil penyelidikan awal, jumlah korban diduga mencapai 103 anak berusia 0 hingga 3 bulan, yang dititipkan di fasilitas tersebut.

“Korban itu total sekitar 103 anak dengan usia berbeda, termasuk bayi 0–3 bulan,”
jelasnya.

Kasus ini semakin mengkhawatirkan setelah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta memastikan bahwa day care tersebut tidak memiliki izin resmi operasional.

“Tidak berizin. Sudah kami cek ke dinas terkait, memang belum memiliki izin,”
kata Kepala DP3AP2KB Yogyakarta, Retnaningtyas.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa tempat penitipan anak tersebut akan ditutup secara permanen, mengingat sudah masuk dalam penanganan kasus pidana oleh kepolisian.

“Kemungkinan besar akan ditutup permanen karena sudah terjadi kejadian,”
tegasnya.


Keterangan Orang Tua Korban Ungkap Fakta Mengejutkan

Sejumlah orang tua mulai melaporkan dugaan kekerasan yang dialami anak mereka. Salah satu orang tua, Aldewa, mengaku anaknya mengalami perubahan perilaku hingga lebam pada tubuh.

“Anak saya sering menangis saat mau berangkat ke day care. Setelah dijemput, ada lebam di kaki,”
ungkapnya.

Sementara itu, orang tua lainnya, Khairunisa, menyebut anaknya mengalami perlakuan tidak manusiawi.

“Tangannya diikat, dibedong, hanya memakai pampers tanpa alas tidur yang layak,”
ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa makanan yang dibawakan untuk anaknya diduga tidak diberikan dengan semestinya.


Polisi Dalami Dugaan Kekerasan dan Penelantaran

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menegaskan bahwa penggerebekan dilakukan setelah adanya dugaan kuat kekerasan terhadap anak-anak di fasilitas tersebut.

“Penggerebekan dilakukan terhadap tempat penitipan anak yang diduga terjadi penganiayaan dan penelantaran,”
jelasnya.

Saat ini, seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga memastikan akan menindak tegas jika terbukti ada unsur pidana dalam kasus ini.


Poin Utama Berita

  • Polisi gerebek day care Little Aresha di Yogyakarta
  • 30 orang mulai pengasuh hingga pengelola diamankan
  • Diduga 103 anak jadi korban penelantaran dan kekerasan
  • Day care dipastikan tidak memiliki izin resmi
  • Pemkot Yogyakarta rencanakan penutupan permanen
  • Orang tua laporkan luka, trauma, dan dugaan kekerasan pada anak
  • Polisi masih lakukan penyelidikan dan belum tetapkan tersangka
error: Content is protected !!