JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah membuka peluang besar bagi industri hiburan dengan rencana penambahan konser K-Pop di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin meningkatkan jumlah konser bagi para penggemar musik Korea.
“Khusus untuk penggemar K-Pop, Bapak Presiden berencana meningkatkan jumlah konser di Indonesia,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta.
ADVERTISEMENTADVERTISEMENT
Langkah ini dinilai sejalan dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap konser K-Pop yang terus meningkat setiap tahun.
Tren Konser K-Pop Terus Meningkat
Dalam kurun waktu 11 tahun terakhir, Indonesia tercatat telah menggelar 164 konser K-Pop, mulai dari festival musik, fanmeeting, fanconcert, hingga tur dunia artis papan atas.
Jumlah konser mengalami pertumbuhan signifikan sejak 2016 yang hanya mencatat 8 konser, hingga mencapai puncaknya pada 2024 dengan 35 konser dalam satu tahun.
Namun, pandemi COVID-19 sempat memukul industri ini. Pada 2020 konser turun menjadi 5 event, bahkan nihil pada 2021. Seiring pemulihan, angka kembali melonjak menjadi 24 konser pada 2023.
Tahun 2026 sendiri telah mencatat sedikitnya 16 konser dan berpotensi terus bertambah hingga akhir tahun.
Jabodetabek Masih Jadi Pusat
Dari total 164 konser, hampir seluruhnya digelar di wilayah Jabodetabek. Tercatat 162 konser berlangsung di kawasan ini, menunjukkan dominasi kuat wilayah ibu kota dalam industri hiburan.
Tangerang menjadi lokasi terbanyak dengan 50 konser, disusul Jakarta Pusat (46), Jakarta Selatan (34), dan Jakarta Utara (25).
Venue favorit konser K-Pop masih didominasi oleh ICE BSD Tangerang, disusul Tennis Indoor Senayan dan Kasablanka Hall.
Potensi Ekonomi dan Pemerataan
Rencana penambahan konser K-Pop dipandang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi besar, mulai dari sektor pariwisata, UMKM, hingga industri kreatif.
Namun demikian, pemerataan lokasi konser menjadi tantangan. Hingga kini, hanya segelintir konser yang digelar di luar Pulau Jawa, seperti Bali dan Surabaya.
“Ini peluang besar, tapi perlu strategi agar tidak terpusat di Jabodetabek saja,” ujar pengamat industri hiburan.
Dengan dukungan pemerintah, konser K-Pop diharapkan tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas serta pemerataan manfaat ekonomi ke berbagai daerah. (*)
Poin Utama Berita
- Pemerintah berencana menambah konser K-Pop di Indonesia
- Disampaikan Menlu Sugiono terkait arahan Presiden Prabowo
- Indonesia telah menggelar 164 konser K-Pop dalam 11 tahun
- Puncak konser terjadi pada 2024 dengan 35 event
- Pandemi sempat menghentikan konser pada 2021
- 162 konser terpusat di Jabodetabek
- ICE BSD jadi venue paling dominan
- Potensi ekonomi besar, namun pemerataan masih jadi tantangan

















