JAKARTA | Sentrapos.co.id — Insiden kecelakaan besar di Stasiun Bekasi Timur kembali mengungkap fakta baru. Salah satu armada taksi listrik milik Green SM diduga menjadi pemicu awal tabrakan beruntun yang melibatkan beberapa rangkaian kereta pada Senin (27/4/2026) malam.
Berdasarkan kronologi sementara, kendaraan dengan nomor polisi B 2864 SBX tersebut nekat melintasi perlintasan tanpa palang sebelum akhirnya mengalami mogok tepat di atas rel.
“Taksi mati di tengah rel, didorong tidak kuat. Tiba-tiba kereta datang dan langsung menabrak,” ungkap Saman (55), warga di lokasi kejadian.
Mogok di Rel, Waktu Tak Cukup untuk Evakuasi
Menurut saksi, saat kendaraan berada di perlintasan, kondisi rel terlihat aman tanpa tanda kereta mendekat. Namun, mesin kendaraan tiba-tiba mati dan tidak dapat dihidupkan kembali.
Upaya evakuasi darurat dilakukan dengan mendorong kendaraan, namun gagal karena waktu yang sangat terbatas.
“Penjaga sudah teriak agar keluar, tapi kendaraan tidak bisa dipindahkan,” tambahnya.
Rentetan Insiden Serupa Terungkap
Kasus ini bukan yang pertama melibatkan armada Green SM. Dalam beberapa bulan terakhir, tercatat beberapa insiden serupa:
- 31 Desember 2025: Taksi Green SM tertabrak kereta saat melintas usai rangkaian pertama lewat
- 10 Oktober 2025: Taksi terserempet kereta di Cengkareng karena berhenti terlalu dekat rel
- Sejumlah insiden lain: tabrakan kendaraan, menabrak bangunan hingga masuk parit
Fakta ini memicu sorotan publik terhadap standar operasional dan sistem keselamatan perusahaan.
Respons Resmi Perusahaan
Pihak Green SM menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut dan berkomitmen mendukung proses investigasi.
“Kami memberikan perhatian penuh dan mendukung proses investigasi oleh pihak berwenang,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.
Perusahaan juga menegaskan akan terus meningkatkan standar keselamatan operasional.
Desakan Evaluasi Sistem dan Pengemudi
Insiden ini memicu reaksi warganet yang mendesak evaluasi menyeluruh terhadap:
- Sistem rekrutmen pengemudi
- Pelatihan keselamatan berkendara
- Prosedur operasional di perlintasan kereta
“Keselamatan harus jadi prioritas, bukan sekadar slogan,” menjadi kritik publik di media sosial.
Alarm Keselamatan Perlintasan Tanpa Palang
Peristiwa ini juga menyoroti bahaya perlintasan kereta tanpa palang yang masih banyak ditemukan di berbagai wilayah.
Kurangnya sistem pengamanan dinilai memperbesar risiko kecelakaan fatal, terutama saat terjadi kondisi darurat seperti kendaraan mogok.
“Perlintasan tanpa palang harus menjadi perhatian serius pemerintah dan operator transportasi,” tegas pengamat transportasi. (*)
Poin Utama Berita
- Taksi Green SM diduga jadi pemicu kecelakaan kereta di Bekasi Timur
- Kendaraan mogok di tengah rel saat melintas perlintasan tanpa palang
- Evakuasi gagal karena waktu terbatas
- Beberapa insiden serupa Green SM terjadi sebelumnya
- Perusahaan menyatakan dukungan terhadap investigasi
- Publik desak evaluasi sistem dan rekrutmen pengemudi
- Perlintasan tanpa palang kembali jadi sorotan
- Keselamatan transportasi menjadi isu utama pasca kejadian

















