WASHINGTON | Sentrapos.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai kontroversi global setelah mengunggah foto hasil kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan dirinya menyerupai Yesus Kristus di media sosial Truth Social.
Unggahan tersebut langsung memicu gelombang kritik keras dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, aktivis, hingga pendukungnya sendiri. Tak lama berselang, Trump akhirnya menghapus foto tersebut.
Berdasarkan laporan media internasional, gambar itu menampilkan Trump mengenakan jubah putih dengan cahaya di tangannya, seolah sedang melakukan penyembuhan terhadap seseorang—ikonografi yang sangat identik dengan figur Yesus.
Gelombang Kritik: Dinilai Penghujatan
Reaksi keras datang dari publik global yang menilai unggahan tersebut tidak pantas dan berpotensi menyinggung umat beragama.
“Ini penghujatan yang sangat keterlaluan. Dia harus segera menghapusnya dan meminta maaf,” tulis salah satu kritik yang viral di media sosial.
Bahkan, kritik juga muncul dari kalangan konservatif dan religius yang selama ini dikenal sebagai basis pendukung Trump. Mereka menilai penggunaan simbol keagamaan secara sembarangan adalah tindakan tidak etis.
Fenomena ini menjadi sorotan karena jarang terjadi kritik terbuka dari basis politiknya sendiri terhadap Trump.
Trump Membela Diri: “Itu Dokter, Bukan Yesus”
Menanggapi kontroversi tersebut, Trump membantah bahwa dirinya mencoba menggambarkan diri sebagai Yesus.
Ia mengklaim gambar itu sebenarnya merepresentasikan dirinya sebagai seorang “dokter” yang membantu menyembuhkan orang.
“Saya kira itu gambar saya sebagai dokter. Hanya berita palsu yang membesar-besarkan,” ujar Trump kepada wartawan.
Namun, pernyataan ini justru semakin memicu perdebatan publik karena simbol visual dalam gambar dinilai sangat jelas merujuk pada figur religius.
Terkait Konflik dengan Paus
Kontroversi ini muncul di tengah memanasnya hubungan Trump dengan pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV.
Sebelumnya, Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus terkait sikapnya soal konflik geopolitik, termasuk perang yang melibatkan Iran.
Pengunggahan gambar tersebut diduga berkaitan dengan ketegangan tersebut, sehingga semakin memperbesar kontroversi di ranah politik dan agama.
Dampak Politik dan Citra
Analis menilai insiden ini berpotensi memengaruhi citra Trump, khususnya di kalangan pemilih religius yang selama ini menjadi basis kuatnya.
Meski demikian, Trump tetap bersikeras tidak perlu meminta maaf dan menganggap polemik ini sebagai bentuk kesalahpahaman publik. (*)
Poin Utama Berita
- Trump unggah foto AI dirinya mirip Yesus di Truth Social
- Gambar menuai kritik global, termasuk dari pendukung sendiri
- Foto menampilkan simbol religius kuat seperti penyembuhan dan cahaya
- Trump akhirnya menghapus unggahan setelah kontroversi meluas
- Trump klaim gambar hanya menggambarkan dirinya sebagai “dokter”
- Kontroversi terkait ketegangan dengan Paus Leo XIV
- Dinilai bisa berdampak pada citra politik Trump di kalangan religius

















