JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengusulkan perubahan strategis pada tata letak gerbong kereta khusus perempuan menyusul tragedi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur.
Usulan tersebut mencuat setelah mayoritas korban dalam insiden tersebut merupakan perempuan.
“Kami mengusulkan gerbong perempuan ditempatkan di tengah rangkaian, bukan di depan atau belakang,” tegas Arifah, Selasa (28/4/2026).
Korban Didominasi Perempuan
Data dari tim SAR menunjukkan bahwa korban yang dievakuasi sebagian besar adalah perempuan, mengingat posisi gerbong khusus perempuan berada di bagian belakang rangkaian yang terdampak parah.
Hingga laporan terakhir:
- 14 orang meninggal dunia
- 84 orang mengalami luka-luka
“Posisi gerbong sangat menentukan tingkat risiko saat kecelakaan terjadi,” ungkap Arifah.
Evaluasi Tata Letak Gerbong
Selama ini, gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian depan dan belakang dengan tujuan menghindari penumpukan penumpang.
Namun, kondisi tersebut dinilai perlu ditinjau ulang dari aspek keselamatan.
“Ke depan, gerbong perempuan sebaiknya berada di tengah, sementara laki-laki di bagian depan dan belakang,” jelasnya.
Pendampingan Korban Diperkuat
Kementerian PPPA juga memberikan perhatian serius terhadap korban, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga psikologis.
“Pendampingan kami mencakup pemulihan fisik dan trauma psikologis korban,” ujar Arifah.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan korban dapat kembali pulih secara menyeluruh.
Imbauan untuk Dunia Kerja
Arifah juga meminta perusahaan memberikan kelonggaran kepada pekerja yang terdampak kecelakaan agar memiliki waktu pemulihan yang cukup.
“Korban membutuhkan waktu untuk pulih, baik secara fisik maupun mental,” tegasnya.
Momentum Evaluasi Sistem Keselamatan
Insiden ini kembali menjadi alarm serius bagi evaluasi sistem keselamatan transportasi kereta api di Indonesia, termasuk desain rangkaian kereta dan manajemen risiko.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan transportasi,” pungkasnya. (*)
Poin Utama Berita
- Menteri PPPA usulkan gerbong perempuan dipindah ke tengah
- Usulan muncul usai kecelakaan KA Bekasi Timur
- Mayoritas korban merupakan perempuan
- Posisi gerbong dinilai berpengaruh pada tingkat risiko
- Total korban: 14 meninggal, 84 luka-luka
- Pemerintah beri pendampingan medis dan psikologis
- Perusahaan diminta beri kelonggaran kepada korban
- Evaluasi sistem keselamatan transportasi didorong

















