Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

377 Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza: 111 Tewas, PBB Kecam Israel soal HAM dan Hukuman Mati

21
×

377 Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza: 111 Tewas, PBB Kecam Israel soal HAM dan Hukuman Mati

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GAZA | Sentrapos.co.id — Situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk setelah Kantor Media Pemerintah setempat melaporkan 377 pelanggaran gencatan senjata yang diduga dilakukan oleh Israel sepanjang April 2026.

Dalam laporan resmi yang dirilis Kamis (30/4/2026), disebutkan bahwa rangkaian pelanggaran tersebut telah menyebabkan 111 orang tewas dan 376 lainnya luka-luka.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Ini merupakan pelanggaran nyata dan serius terhadap kesepakatan gencatan senjata serta membahayakan warga sipil,” demikian pernyataan otoritas Gaza.

Akses Bantuan Kemanusiaan Sangat Terbatas

Selain kekerasan, laporan juga menyoroti pembatasan ketat terhadap bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza. Realisasi bantuan jauh di bawah kesepakatan awal.

Berikut data perbandingan:

  • Truk bantuan: hanya 4.503 dari target 18.000 (sekitar 25%)
  • Bahan bakar: hanya 187 dari target 1.500 (sekitar 12%)
  • Pergerakan warga: hanya 1.567 dari target 6.000 orang (sekitar 26%)

Kondisi ini berdampak langsung pada layanan vital seperti rumah sakit, listrik, air bersih, hingga mobilitas pasien yang membutuhkan pengobatan darurat.

“Pembatasan ini memperparah krisis kemanusiaan dan membatasi ruang gerak warga sipil,” ungkap laporan tersebut.

PBB Kecam UU Hukuman Mati Israel

Di tengah situasi tersebut, United Nations melalui Komite Penghapusan Diskriminasi Rasial mengecam undang-undang baru Israel yang memungkinkan hukuman mati bagi warga Palestina.

“Undang-undang ini merupakan pukulan berat terhadap hak asasi manusia dan memperluas penggunaan hukuman mati,” tegas Komite PBB.

UU tersebut dinilai diskriminatif karena secara de facto hanya berlaku bagi warga Palestina di wilayah pendudukan.

PBB juga mendesak Israel untuk:

  • Menjamin kesetaraan di hadapan hukum
  • Menghentikan praktik diskriminasi rasial
  • Menjaga hak asasi manusia warga Palestina

Ketegangan dan Kekerasan Meningkat

Situasi semakin memanas setelah konflik berkepanjangan sejak 2023. Selain itu, insiden kekerasan terhadap tokoh agama juga terus meningkat.

Salah satu kasus terbaru adalah penyerangan terhadap seorang biarawati asal Prancis di Yerusalem Timur, yang dikategorikan sebagai tindakan bermotif rasial.

“Kami memandang serius segala bentuk kekerasan, terutama yang menargetkan komunitas agama,” ujar aparat setempat.

Krisis Berkepanjangan dan Sorotan Global

Dengan meningkatnya pelanggaran gencatan senjata dan tekanan internasional, konflik di Gaza kembali menjadi perhatian dunia.

Pengamat menilai, tanpa langkah konkret dari pihak terkait, krisis kemanusiaan di wilayah tersebut berpotensi semakin memburuk.

“Perlindungan warga sipil dan akses bantuan harus menjadi prioritas utama,” tegas pengamat internasional. (*)


Poin Utama Berita

  • 377 pelanggaran gencatan senjata terjadi di Gaza selama April 2026
  • 111 orang tewas dan 376 lainnya luka-luka
  • Bantuan kemanusiaan masuk jauh di bawah target
  • Pasokan bahan bakar dan layanan vital terdampak serius
  • PBB kecam UU hukuman mati Israel terhadap warga Palestina
  • Ketegangan meningkat dengan berbagai insiden kekerasan
  • Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk
error: Content is protected !!