Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPERISTIWAVIRAL

Fakta Baru Video Viral Batang: Direkam untuk Koleksi Pribadi, Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli di Telegram

49
×

Fakta Baru Video Viral Batang: Direkam untuk Koleksi Pribadi, Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli di Telegram

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BATANG | Sentrapos.co.id — Kasus video asusila pasangan muda di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Polres Batang mengungkap sejumlah fakta penting, termasuk pengakuan bahwa video tersebut awalnya dibuat untuk koleksi pribadi, namun kemudian diduga tersebar dan diperjualbelikan secara ilegal.

Kasat Reskrim Polres Batang, Albertus Sudaryono, menyatakan penyelidikan kini difokuskan pada kemungkinan adanya unsur pidana, khususnya terkait distribusi dan komersialisasi konten.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Dari keterangan awal, video dibuat untuk konsumsi pribadi. Namun kami masih mendalami apakah ada unsur distribusi atau diperjualbelikan,” tegasnya.

Pengakuan Pemeran dan Awal Mula Kasus

Pasangan berinisial TA (19) dan SE (26) telah dimintai keterangan oleh Unit PPA Satreskrim. Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya mengaku video tersebut tidak dimaksudkan untuk konsumsi publik.

Namun, video yang direkam di beberapa lokasi tersebut justru beredar luas di media sosial dan platform berbayar.

“Kami harus memastikan bagaimana video tersebut bisa keluar dari perangkat pribadi dan menyebar luas,” ujar polisi.

Dugaan Jual Beli dan Iming-iming Uang

Polisi menemukan indikasi bahwa penyebaran video tidak sekadar kebocoran, melainkan diduga melibatkan praktik jual beli melalui aplikasi pesan seperti Telegram.

Penyelidikan juga mengarah pada dugaan adanya pihak ketiga yang memberikan iming-iming uang kepada pelaku.

“Ada indikasi video diperjualbelikan. Ini masih kami dalami, termasuk siapa pihak pertama yang menyebarkan,” ungkap penyidik.

Bukti Digital Diperiksa Labfor

Untuk mengungkap alur distribusi, polisi telah menyita barang bukti berupa telepon genggam dan mengirimkannya ke Laboratorium Forensik.

Langkah ini bertujuan untuk:

  • Memulihkan data yang terhapus
  • Menelusuri jejak distribusi digital
  • Mengidentifikasi pelaku penyebaran pertama

Status Naik ke Penyidikan

Kasus ini telah resmi naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan, menandakan adanya indikasi kuat pelanggaran hukum.

Polisi juga membuka kemungkinan adanya jeratan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat dalam penyebaran maupun komersialisasi konten tersebut.

Imbauan Tegas: Stop Sebarkan

Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan video tersebut karena berpotensi melanggar hukum.

“Siapa pun yang menyebarkan konten ini dapat dijerat UU ITE. Kami akan tindak tegas,” tegas polisi.

Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Di sisi lain, kedua keluarga dari pasangan tersebut telah sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Bahkan, pasangan tersebut telah melangsungkan pernikahan pada April 2026.

Meski demikian, proses hukum terkait penyebaran konten tetap berjalan. (*)


Poin Utama Berita

  • Video viral Batang awalnya dibuat untuk koleksi pribadi
  • Polisi temukan indikasi jual beli konten melalui Telegram
  • Dugaan penyebaran dipicu iming-iming uang dari pihak ketiga
  • Barang bukti digital dikirim ke Labfor untuk ditelusuri
  • Kasus resmi naik ke tahap penyidikan
  • Polisi buru penyebar pertama video
  • Masyarakat diimbau tidak menyebarkan konten
  • Kasus diselesaikan keluarga, namun proses hukum tetap berjalan
error: Content is protected !!