JAKARTA | Sentrapos.co.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya buka suara terkait viralnya video pemindahan tahanan menggunakan jalur bandara. Tahanan tersebut merupakan tersangka kasus korupsi yang melibatkan mantan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pemindahan tersebut merupakan bagian dari proses hukum untuk kepentingan persidangan.
“Itu merupakan bagian dari proses penuntutan, yakni pemindahan tersangka untuk persiapan pelaksanaan sidang,” jelas Budi, Rabu (29/4/2026).
Dibawa ke Lampung untuk Sidang Perdana
Empat tersangka yang dipindahkan yakni Riki Hendra Saputra, Ranu Hari Prasetyo, M. Anton Wibowo, dan Ardito Wijaya. Mereka dijadwalkan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tanjung Karang, Lampung.
Sebelumnya, para tersangka ditahan di Rumah Tahanan KPK Merah Putih di Jakarta.
“Pemindahan dilakukan karena lokasi persidangan berada di daerah sesuai locus perkara,” tambah Budi.
Prosedur Resmi dan Pengamanan Ketat
Dalam proses pemindahan tersebut, KPK bekerja sama dengan petugas keamanan bandara untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses.
KPK menegaskan bahwa prosedur ini bukan hal baru dan telah beberapa kali dilakukan dalam kasus serupa.
“Ini prosedur yang biasa dilakukan ketika sidang berlangsung di luar Jakarta,” tegasnya.
Dugaan Korupsi Fee Proyek
Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima tersangka dan mengungkap dugaan praktik korupsi dengan skema pengaturan proyek.
Ardito Wijaya diduga:
- Mematok fee proyek sebesar 15–20 persen
- Mengatur pemenang proyek melalui orang kepercayaan
- Mengarahkan proyek kepada perusahaan milik keluarga atau tim sukses
Total dugaan uang yang diterima mencapai:
- Rp 5,25 miliar dari rekanan proyek
- Rp 500 juta dari pengadaan alat kesehatan
“Dana tersebut diduga digunakan untuk operasional dan kebutuhan pribadi, termasuk pelunasan utang kampanye,” ungkap KPK.
Sorotan Publik dan Transparansi
Viralnya video pemindahan tahanan ini memicu perhatian publik, namun KPK memastikan seluruh proses dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
KPK juga menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas praktik korupsi, khususnya di sektor pengadaan barang dan jasa daerah.
“Kami pastikan seluruh proses berjalan transparan dan sesuai hukum,” pungkasnya. (*)
Poin Utama Berita
- Video pemindahan tahanan KPK lewat bandara viral
- KPK tegaskan itu bagian dari proses penuntutan
- Tahanan dipindahkan untuk sidang di Lampung
- Kasus melibatkan eks Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya
- Dugaan korupsi fee proyek hingga Rp 5,25 miliar
- Proses pemindahan sesuai prosedur dan pengamanan ketat
- KPK tegaskan komitmen pemberantasan korupsi

















