Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
PERISTIWAVIRAL

Viral Pernyataan Wawalkot Batam Soal “Warga Nyolong Disuruh Pulang”, Li Claudia Klarifikasi: Demi Penataan Kota

32
×

Viral Pernyataan Wawalkot Batam Soal “Warga Nyolong Disuruh Pulang”, Li Claudia Klarifikasi: Demi Penataan Kota

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BATAM | Sentrapos.co.id — Pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjadi sorotan publik setelah video sidak terkait dugaan pencurian pasir ilegal viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Li Claudia terdengar menegaskan bahwa warga yang melanggar hukum, terutama yang bukan penduduk Batam, dapat diminta kembali ke daerah asalnya. Pernyataan ini memicu beragam reaksi dari masyarakat.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Menanggapi polemik tersebut, Li Claudia memberikan klarifikasi bahwa ucapannya tidak memiliki maksud negatif, melainkan bagian dari upaya penataan kota.

“Saya tidak ada niat apa-apa. Kami sedang membenahi Batam. Mungkin ada yang salah paham,” ujar Li Claudia, Jumat (1/5/2026).

Sidak Pencurian Pasir Jadi Pemicu

Pernyataan tersebut muncul saat Li Claudia melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait aktivitas pengambilan pasir di pinggir jalan yang dinilai ilegal dan berbahaya.

Menurutnya, aktivitas tersebut dapat berdampak serius terhadap infrastruktur dan keselamatan lingkungan.

“Pengambilan pasir bisa menyebabkan pergeseran tanah, jalan retak, bahkan mengganggu akses ke bandara,” jelasnya.

Soroti Dampak Lingkungan dan Infrastruktur

Li Claudia menekankan bahwa praktik pengambilan pasir liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak fasilitas publik yang vital bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan penataan kawasan, termasuk penanaman pohon bougenville untuk memperindah lingkungan kota.

“Kami ingin Batam tertata rapi, aman, dan nyaman untuk semua warga,” tegasnya.

Pernyataan Viral Picu Pro-Kontra

Dalam video yang beredar, Li Claudia juga menegur seorang warga yang diduga mengambil pasir meski memiliki pekerjaan tetap.

Ucapan tersebut menjadi viral karena dianggap tegas dan kontroversial.

“Kalau datang ke Batam bukan untuk bekerja, malah melanggar hukum, tentu harus ditindak,” ujarnya dalam video.

Ajakan Jaga Kota Bersama

Meski menuai pro dan kontra, Li Claudia menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan lingkungan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Batam.

“Mari kita jaga keamanan dan lingkungan kota yang kita cintai,” pungkasnya. (*)


Poin Utama Berita

  • Pernyataan Wawalkot Batam viral usai sidak pencurian pasir
  • Li Claudia klarifikasi tidak ada niat negatif
  • Aktivitas pengambilan pasir dinilai berbahaya bagi lingkungan
  • Dampak bisa menyebabkan jalan rusak dan gangguan akses publik
  • Pemerintah sedang lakukan penataan kota
  • Pernyataan viral picu pro dan kontra di masyarakat
  • Warga diajak menjaga keamanan dan lingkungan Batam
error: Content is protected !!