BANTUL | Sentrapos.co.id — Kasus pengeroyokan yang menewaskan Ilham Dwi Saputra (16), siswa kelas X SMA Negeri 1 Bambanglipuro, Bantul, akhirnya menemui titik terang. Aparat dari Polres Bantul berhasil menangkap tujuh tersangka setelah melakukan pengejaran lintas daerah.
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, memastikan seluruh pelaku telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif.
“Seluruh tersangka sudah kami amankan. Namun, penyelidikan masih terus dikembangkan untuk kemungkinan adanya pelaku lain,” tegas Bayu, Selasa (28/4/2026).
Aktor Intelektual Teridentifikasi
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap salah satu tersangka berinisial JMA (23) sebagai aktor intelektual di balik aksi pengeroyokan tersebut.
Ia diduga memerintahkan dua pelaku lain untuk menjemput korban hingga berujung pada aksi kekerasan.
“JMA berperan sebagai inisiator yang mengatur penjemputan korban hingga terjadi pengeroyokan,” ungkap Bayu.
Temuan ini mengindikasikan adanya unsur perencanaan dalam tindak pidana tersebut.
Dipicu Dendam Antargeng
Motif utama pengeroyokan diketahui berasal dari konflik lama yang berkembang menjadi aksi balas dendam.
Korban diduga berasal dari kelompok geng “Kuras”, sementara para pelaku terafiliasi dengan geng “Tores”.
“Motifnya balas dendam antarkelompok,” jelas Bayu.
Terjadi di Empat Lokasi
Polisi menemukan bahwa kejadian tidak berlangsung di satu titik saja, melainkan terjadi di beberapa lokasi berbeda di wilayah Bantul.
Empat lokasi yang teridentifikasi:
- Manding
- Trirenggo
- Gepensi
- Palbapang
“Ada empat TKP yang terungkap dalam pengembangan kasus ini,” tambahnya.
Korban Sempat Dirawat, Akhirnya Meninggal
Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit selama lima hari sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka yang diderita.
“Korban mengalami luka serius akibat pengeroyokan hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Bayu.
Pelaku Kabur ke Luar Daerah
Usai kejadian, para pelaku sempat melarikan diri ke berbagai wilayah, termasuk ke “safe house” di Cilacap, Jawa Tengah.
Tim gabungan kepolisian melakukan pengejaran hingga ke beberapa daerah seperti Tangerang Selatan dan Boyolali.
“Pelaku sempat bersembunyi di luar daerah sebelum akhirnya berhasil kami tangkap,” jelasnya.
Penegasan: Kasus Akan Dikembangkan
Polisi menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan jaringan atau pelaku lain yang terlibat.
“Kami pastikan proses hukum berjalan tegas dan transparan,” tegas Kapolres.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan pengingat serius terkait bahaya kekerasan remaja serta konflik antarkelompok. (*)
Poin Utama Berita
- 7 pelaku pengeroyokan pelajar di Bantul berhasil ditangkap
- Polisi ungkap aktor intelektual berinisial JMA
- Motif utama balas dendam antargeng
- Korban anggota geng Kuras, pelaku dari geng Tores
- Kejadian terjadi di 4 lokasi berbeda
- Korban sempat dirawat 5 hari sebelum meninggal
- Pelaku sempat kabur ke luar daerah
- Polisi masih kembangkan kasus untuk kemungkinan pelaku lain

















