Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

China Hukum Mati 2 Mantan Menteri Pertahanan Gegara Korupsi, Xi Jinping Perluas Bersih-Bersih Militer

35
×

China Hukum Mati 2 Mantan Menteri Pertahanan Gegara Korupsi, Xi Jinping Perluas Bersih-Bersih Militer

Sebarkan artikel ini
Dua mantan Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe (kanan) dan Li Shangfu (kiri)
Dua mantan Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe (kanan) dan Li Shangfu (kiri)
Example 468x60

BEIJING | Sentrapos.co.id — Pemerintah China menjatuhkan hukuman mati dengan penangguhan dua tahun kepada dua mantan Menteri Pertahanan, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dalam kasus korupsi besar yang mengguncang tubuh militer negara tersebut.

Vonis berat itu diumumkan kantor berita resmi pemerintah China, Xinhua, pada Kamis (7/5/2026), sekaligus menegaskan semakin masifnya operasi bersih-bersih yang digencarkan Presiden Xi Jinping di lingkungan militer dan elite Partai Komunis China.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dalam putusan tersebut, Li Shangfu dinyatakan terbukti menerima suap dalam jumlah besar serta memberikan keuntungan kepada pihak tertentu demi kepentingan pribadi.

“Ia tidak memenuhi tanggung jawab politik dan mencari keuntungan pribadi bagi dirinya sendiri dan orang lain,” tulis laporan Xinhua.

Sementara itu, mantan Menteri Pertahanan Wei Fenghe juga dinyatakan menerima sejumlah besar uang dan barang berharga dari praktik suap serta membantu pengaturan promosi dan penempatan personel militer.

Mengutip Reuters, pelanggaran yang dilakukan Wei disebut sangat serius dan berdampak besar terhadap integritas militer China.

“Pelanggaran yang dilakukan Wei Fenghe berdampak sangat buruk dan menimbulkan kerugian besar,” tulis laporan tersebut.

Xi Jinping Perluas Pembersihan di Tubuh Militer

Kasus ini menjadi bagian dari gelombang besar pemberantasan korupsi di tubuh militer China yang telah dijalankan Presiden Xi Jinping sejak berkuasa pada 2012.

Operasi pembersihan sebelumnya juga menyasar Pasukan Roket China pada 2023, unit elite yang bertanggung jawab atas pengawasan senjata nuklir dan rudal strategis negara tersebut.

Awal 2026, gelombang pembersihan bahkan meluas hingga menyeret jenderal senior Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), Zhang Youxia, yang dikenal sebagai salah satu sekutu dekat Xi Jinping.

Dalam editorial resmi harian militer PLA Daily, kasus Wei Fenghe dan Li Shangfu disebut harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pejabat dan kader militer China.

“Pejabat korup seperti Wei Fenghe dan Li Shangfu harus dijadikan contoh peringatan,” tulis editorial PLA Daily.

Hukuman Mati Ditangguhkan Dua Tahun

Meski dijatuhi hukuman mati, sistem hukum China memungkinkan hukuman tersebut ditangguhkan selama dua tahun masa percobaan.

Apabila selama masa tersebut tidak terjadi pelanggaran baru, hukuman biasanya diubah menjadi penjara seumur hidup.

Namun dalam kasus Wei Fenghe dan Li Shangfu, laporan Xinhua menyebut keduanya tidak akan mendapatkan pengurangan hukuman maupun pembebasan bersyarat setelah hukuman diubah.

Para pengamat keamanan China menilai hukuman terhadap dua mantan anggota Komisi Militer Pusat itu termasuk salah satu yang paling berat dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus ini juga memperlihatkan keseriusan Xi Jinping dalam memperkuat kontrol terhadap militer sekaligus memberantas praktik korupsi di lingkaran elite pertahanan China. (*)


Poin Utama Berita

  • China menjatuhkan hukuman mati kepada dua mantan Menteri Pertahanan.
  • Wei Fenghe dan Li Shangfu terlibat kasus korupsi besar di tubuh militer.
  • Vonis diumumkan kantor berita pemerintah China, Xinhua.
  • Li Shangfu terbukti menerima dan memberi suap demi keuntungan pribadi.
  • Wei Fenghe diduga menerima uang dan barang berharga dari praktik korupsi.
  • Kasus ini bagian dari operasi bersih-bersih Xi Jinping di militer China.
  • Pembersihan juga menyasar Pasukan Roket dan pejabat senior PLA.
  • Hukuman mati diberikan dengan penangguhan dua tahun.
  • Setelah masa percobaan, hukuman dapat berubah menjadi penjara seumur hidup.
  • Kasus disebut sebagai salah satu hukuman terberat bagi elite militer China.