Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Kesaksian Masinis KA Argo Bromo Anggrek: Dugaan Sinyal Error Sebelum Tabrakan Maut di Bekasi Timur

56
×

Kesaksian Masinis KA Argo Bromo Anggrek: Dugaan Sinyal Error Sebelum Tabrakan Maut di Bekasi Timur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BEKASI | Sentrapos.co.id — Kesaksian mengejutkan datang dari masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandri, terkait kecelakaan tragis dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Dalam insiden tersebut, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Kedua rangkaian kereta juga mengalami kerusakan parah.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Nofiandri mengaku masih dalam kondisi syok saat mengingat peristiwa tersebut.

“Kalau syok, saya juga syok. Ini kejadian yang sangat tidak terduga,” ujar Nofiandri.

Penumpang KRL Paling Terdampak

Ia menjelaskan bahwa dampak terparah justru dialami oleh penumpang KRL, khususnya di bagian belakang rangkaian.

“Penumpang KA Argo Bromo relatif aman. Yang terdampak parah adalah penumpang KRL di bagian paling belakang,” ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan posisi benturan yang terjadi dari arah belakang KRL.

Dugaan Sinyal Error Jadi Pemicu

Dalam kesaksiannya, Nofiandri mengungkap adanya dugaan gangguan pada sistem sinyal sebelum kecelakaan terjadi.

“Sepertinya ada sinyal yang error,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa secara sistem, perubahan sinyal tidak seharusnya terjadi secara tiba-tiba dari hijau langsung menjadi merah.

“Kalau dari Bekasi sinyalnya hijau, di sini maksimal kuning, tidak bisa langsung merah,” jelasnya.

Namun dalam kejadian tersebut, ia melihat sinyal langsung menunjukkan warna merah, yang menimbulkan kejanggalan.

Informasi Pusat Kendali Belum Sempat Diterima

Nofiandri juga menyebut bahwa pihak pusat kendali (PK) sebenarnya telah memberikan informasi, namun ia belum sempat menerima sepenuhnya sebelum sinyal berubah.

“Sudah ada info dari pusat kendali, tapi belum sepenuhnya saya terima, keburu sinyalnya merah,” paparnya.

Hal ini memperkuat dugaan adanya gangguan komunikasi atau sistem yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Kecepatan Kereta Capai 110 Km/Jam

Saat kejadian, KA Argo Bromo Anggrek diketahui melaju dengan kecepatan sekitar 110 km/jam.

Kecepatan tersebut membuat dampak tabrakan menjadi sangat besar dan sulit dihindari dalam waktu singkat.

Sorotan Keselamatan Sistem Perkeretaapian

Kesaksian masinis ini menambah daftar faktor yang perlu diinvestigasi secara menyeluruh, mulai dari sistem sinyal, komunikasi pusat kendali, hingga manajemen operasional di jalur padat.

“Kecelakaan ini mengindikasikan pentingnya sistem keselamatan yang mampu mendeteksi dan mengantisipasi gangguan secara real time.”

Kesimpulan

Kesaksian masinis KA Argo Bromo Anggrek membuka kemungkinan adanya gangguan sistem sebelum kecelakaan terjadi.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. (*)


Poin Utama Berita

  • Masinis KA Argo Bromo Anggrek ungkap detik-detik kecelakaan
  • Dugaan sinyal error sebelum tabrakan terjadi
  • Sinyal disebut berubah tidak normal dari hijau ke merah
  • Penumpang KRL jadi korban paling terdampak
  • Informasi pusat kendali belum sempat diterima penuh
  • Kecepatan kereta mencapai 110 km/jam saat kejadian
  • Kesaksian jadi bahan penting investigasi keselamatan
error: Content is protected !!