Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTNASIONALPERISTIWASOSIAL POLITIK

Megawati Blak-blakan Temui Prabowo: Bantah Tuduhan Dalang Demo Agustus 2025, “Jangan Asal Tuduh!”

36
×

Megawati Blak-blakan Temui Prabowo: Bantah Tuduhan Dalang Demo Agustus 2025, “Jangan Asal Tuduh!”

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan dikabarkan bertemu Senin malam, 7 April 2025
Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan dikabarkan bertemu Senin malam, 7 April 2025
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengungkap pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto terkait tuduhan bahwa partainya menjadi dalang di balik demonstrasi besar pada Agustus 2025.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya pada acara pengukuhan Profesor Emeritus Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026), Megawati menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merugikan partainya.

“Saya ketemu Pak Prabowo, saya bilang, kalau memang ada bukti, tunjukkan saja. Jangan asal mengatakan yang di belakangnya adalah merah,” tegas Megawati.


Tuduhan Demo Agustus 2025: PDI-P Diseret

Megawati mengaku awalnya mendengar kabar bahwa ada pihak yang menuding PDI-P sebagai penggerak aksi demonstrasi pada Agustus 2025.

Menanggapi hal itu, ia langsung mengambil langkah tegas dengan menemui Presiden Prabowo untuk meminta klarifikasi langsung.

“Kami punya pengacara, dan disebut-sebut bahwa ini diarahkan ke partai kami,” ujarnya.


Kritik Keras: Jangan Pecah Belah Bangsa

Dalam pertemuan tersebut, Megawati mempertanyakan praktik politik yang dinilai memecah belah bangsa hanya demi kepentingan tertentu.

Ia menyinggung nilai-nilai dasar bangsa seperti Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila yang seharusnya menjadi landasan persatuan.

“Apakah kita mau terus seperti ini? Menjatuhkan pihak lain hanya karena berbeda? Kita ini negara apa?” kata Megawati.


Tegaskan Pentingnya Hukum dan Etika Kekuasaan

Megawati menegaskan bahwa menjadi pemimpin negara bukan hal mudah, namun harus tetap berpegang pada hukum dan etika.

Prabowo Subianto menerima kedatangan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026) siang.(SS. Instagram @prabowo)
Prabowo Subianto menerima kedatangan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026) siang.(SS. Instagram @prabowo)

Ia mencontohkan pengalamannya saat menjabat sebagai Presiden RI ke-5 dalam mengambil keputusan besar memisahkan TNI dan Polri sesuai TAP MPR.

“Saya selalu menghormati hukum. Itu tidak mudah, tapi harus dilakukan,” tegasnya.


Respons Prabowo Tak Diungkap

Meski mengungkap isi percakapan, Megawati tidak menjelaskan secara detail bagaimana respons Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Namun, pernyataannya ini langsung memantik perhatian publik karena menyangkut dinamika politik nasional dan isu sensitif terkait demonstrasi besar.


Isu Politik Nasional Kembali Menghangat

Pernyataan Megawati membuka kembali diskursus soal:

  • Politisasi aksi demonstrasi
  • Tuduhan tanpa bukti dalam politik
  • Relasi antar elite nasional

Isu ini diprediksi akan terus berkembang dan menjadi sorotan publik serta media nasional. (*)


Poin Utama Berita

  • Megawati mengaku bertemu Prabowo terkait tuduhan dalang demo Agustus 2025
  • PDI-P disebut-sebut sebagai penggerak aksi demonstrasi
  • Megawati tegas minta bukti, tolak tuduhan tanpa dasar
  • Kritik praktik politik yang memecah belah bangsa
  • Singgung nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika
  • Tekankan pentingnya hukum dan etika dalam kepemimpinan
  • Respons Prabowo dalam pertemuan tidak diungkap
  • Isu ini kembali memanaskan dinamika politik nasional
error: Content is protected !!