Menaker Yassierli Lepas 24.456 Peserta Program Pemagangan Nasional, Kompetensi Lulusan Meningkat dan Sertifikasi Gratis Disiapkan
JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Program Pemagangan Nasional terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terhadap peserta yang telah menyelesaikan masa pemagangan selama enam bulan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pelepasan 24.456 peserta Batch 3 Program Pemagangan Nasional Angkatan I di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (18/6/2026).
Program yang dimulai sejak Oktober 2025 itu kini resmi menuntaskan seluruh rangkaian pelaksanaan Angkatan I dan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar lebih siap memasuki dunia kerja.
“Setelah menyelesaikan program magang, peserta kami berikan kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dengan sekitar 20 skema kompetensi yang dapat dipilih sesuai bidang masing-masing,” ujar Menaker Yassierli.
Sertifikasi Kompetensi Jadi Nilai Tambah Lulusan
Menaker menjelaskan, selain memperoleh pengalaman kerja nyata dan sertifikat magang, seluruh peserta juga diberikan kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi di balai pelatihan milik Kemnaker.
Sebanyak 20 bidang kompetensi telah disiapkan sebagai pilihan sertifikasi agar lulusan memiliki pengakuan kompetensi yang lebih kuat ketika memasuki pasar kerja.
Menurut Yassierli, sertifikat kompetensi tersebut menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing lulusan di tengah kebutuhan dunia industri yang semakin kompetitif.
“Kami ingin peserta tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui sehingga lebih siap bersaing di dunia kerja.”
Hasil Evaluasi: Kompetensi Peserta Meningkat Signifikan
Kemnaker juga memaparkan hasil evaluasi terhadap sekitar 15.000 peserta Batch 1.
Berdasarkan survei internal, terjadi peningkatan kompetensi pada hampir seluruh indikator penilaian, baik dari aspek hard skills maupun soft skills.
Nilai rata-rata kompetensi peserta meningkat dari sekitar 2 menjadi lebih dari 4 dalam skala 5.
Peningkatan tersebut juga diperkuat melalui penilaian mentor di perusahaan tempat peserta menjalani pemagangan.
Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik kerja memberikan dampak nyata terhadap kesiapan lulusan memasuki dunia industri.
Libatkan Ribuan Perusahaan dan Instansi Pemerintah
Pada pelaksanaan Batch 3, Program Pemagangan Nasional melibatkan:
- 24.456 peserta
- 2.381 perusahaan mitra
- 999 kementerian dan lembaga
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas kesempatan belajar sekaligus mempertemukan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menaker menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra industri, kementerian, dan lembaga yang telah mendukung keberhasilan program tersebut.
Pemerataan Peserta dan Akses Disabilitas Jadi Fokus Perbaikan
Meski menunjukkan hasil positif, Kemnaker mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi program.
Salah satunya adalah sebaran peserta yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, khususnya wilayah Jakarta.
Ke depan, pemerintah akan memperluas jangkauan program ke berbagai daerah agar manfaatnya dirasakan secara lebih merata.
Selain itu, Kemnaker juga mulai menyediakan kuota khusus bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan vokasi dan pelatihan kerja yang inklusif.
“Kami ingin memastikan setiap lulusan memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi, termasuk peserta dari daerah dan penyandang disabilitas.”
Tracer Study Ukur Penyerapan Lulusan ke Dunia Kerja
Sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan, Kemnaker akan melakukan tracer study terhadap seluruh alumni Program Pemagangan Nasional.
Pelacakan dilakukan dalam rentang tiga hingga enam bulan setelah peserta menyelesaikan program guna mengukur tingkat penyerapan tenaga kerja, efektivitas pelatihan, serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri.
Langkah tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan pengembangan SDM nasional sekaligus mendukung target peningkatan produktivitas tenaga kerja Indonesia.
“Program Pemagangan Nasional diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui peningkatan kompetensi, pengalaman industri, serta sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar.” (*)
Poin Utama Berita
- Menaker Yassierli melepas 24.456 peserta Batch 3 Program Pemagangan Nasional Angkatan I.
- Kemnaker menyediakan sertifikasi kompetensi gratis dengan sekitar 20 skema kompetensi bagi peserta yang lulus.
- Evaluasi terhadap sekitar 15 ribu peserta menunjukkan peningkatan kompetensi dari rata-rata 2 menjadi lebih dari 4 dalam skala 5.
- Program didukung 2.381 perusahaan serta 999 kementerian dan lembaga.
- Pemerintah akan memperluas pemerataan peserta di luar Pulau Jawa.
- Penyandang disabilitas mulai memperoleh kuota khusus dalam Program Pemagangan Nasional.
- Kemnaker akan melakukan tracer study untuk mengukur tingkat penyerapan lulusan ke dunia kerja.

















