Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNISPERISTIWA

Menhub Bongkar Skema DDT Bekasi–Cikarang: Tak Full APBN, KAI Ikut Investasi—Target Tingkatkan Keselamatan & Layanan KRL

43
×

Menhub Bongkar Skema DDT Bekasi–Cikarang: Tak Full APBN, KAI Ikut Investasi—Target Tingkatkan Keselamatan & Layanan KRL

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BEKASI | Sentrapos.co.id — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa proyek pembangunan jalur double-double track (DDT) Bekasi–Cikarang tidak sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebaliknya, proyek strategis ini akan melibatkan skema pembiayaan campuran, termasuk investasi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Ada yang menjadi investasi dari PT KAI dan ada juga yang menjadi bagian dari program pemerintah,” tegas Menhub Dudy dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).


Skema Baru: KAI Ambil Peran Lebih Besar

Dalam kebijakan terbaru, pemerintah berencana menyerahkan pengelolaan prasarana perkeretaapian kepada PT KAI, termasuk proyek DDT Bekasi–Cikarang.

Langkah ini dinilai sebagai strategi efisiensi sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi berbasis rel.

“Prasarana ke depan akan diserahkan kepada PT KAI, termasuk pembangunan DDT,” jelas Dudy.


Dampak Kecelakaan: Proyek Dipercepat

Percepatan proyek DDT tidak lepas dari evaluasi pasca insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Bekasi.

Kementerian Perhubungan menilai pemisahan jalur menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta.

“Ini bagian dari evaluasi kami terhadap kejadian yang terjadi,” tegas Menhub.


Integrasi dengan Elektrifikasi hingga Cikampek

Selain pembangunan jalur ganda, proyek DDT juga akan terintegrasi dengan program elektrifikasi jalur hingga Cikampek.

Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan KRL, terutama di wilayah padat penumpang seperti Bekasi dan sekitarnya.

“Elektrifikasi menjadi bagian penting dari peningkatan layanan KRL,” tambahnya.


Progres DDT: Masih Bertahap

Saat ini, jalur DDT yang telah beroperasi baru mencakup segmen Jatinegara–Bekasi, di mana jalur KRL dan kereta jarak jauh sudah dipisahkan.

Sementara itu, pembangunan masih berlangsung di beberapa titik strategis, termasuk:

  • Segmen Manggarai–Jatinegara
  • Pengembangan Manggarai Ultimate
  • Rencana lanjutan hingga Cikarang

Proyek DDT secara keseluruhan dirancang untuk menghubungkan Manggarai hingga Cikarang sebagai tulang punggung transportasi rel Jabodetabek.


Urgensi: Kurangi Risiko & Tingkatkan Kapasitas

Dengan meningkatnya volume penumpang dan frekuensi perjalanan kereta, proyek DDT menjadi solusi utama untuk:

  • Mengurangi risiko kecelakaan
  • Memisahkan jalur KRL dan kereta jarak jauh
  • Meningkatkan ketepatan waktu
  • Menambah kapasitas layanan

Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi besar sistem transportasi publik nasional. (*)


Poin Utama Berita

  • Proyek DDT Bekasi–Cikarang tidak sepenuhnya dibiayai APBN
  • PT KAI akan ikut berinvestasi dalam pembangunan
  • Pengelolaan prasarana akan diserahkan ke KAI
  • Percepatan proyek dipicu evaluasi kecelakaan kereta
  • DDT akan terintegrasi dengan elektrifikasi hingga Cikampek
  • Jalur DDT saat ini baru beroperasi Jatinegara–Bekasi
  • Proyek bertujuan meningkatkan keselamatan dan kapasitas
error: Content is protected !!