JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto akan membawa isu strategis energi dan pangan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.
KTT ASEAN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Mei 2026 dan Presiden Prabowo disebut akan bertolak ke Filipina pada Kamis (7/5/2026).
“Besok, Insya Allah, Bapak Presiden akan mengikuti KTT ASEAN di Filipina. Isunya ada dua, yang pertama pangan, yang kedua energi,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurut Bahlil, salah satu isu energi yang menjadi perhatian utama dalam forum internasional tersebut adalah potensi pengembangan industri nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.
Indonesia dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang tengah membangun ekosistem industri baterai terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
“Di Asia Tenggara, tidak semua negara punya pabrik ekosistem baterai dari hulu sampai hilir. Indonesia salah satu yang sedang mengembangkan itu,” jelas Bahlil.
Pemerintah memandang pengembangan hilirisasi nikel menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus memperluas daya saing industri nasional di pasar global.
Selain itu, Bahlil juga membuka peluang kerja sama regional terkait pasokan bahan baku nikel, termasuk dengan Filipina yang dikenal sebagai salah satu produsen nikel terbesar di kawasan.
Namun, ia menegaskan kerja sama yang dimaksud bukan dalam bentuk investasi smelter Indonesia di Filipina, melainkan kemungkinan suplai bahan baku jika kebutuhan domestik meningkat.
“Kalau kita kekurangan bahan baku, bisa disuplai dari mana saja. Jadi tidak ada isu kerja sama yang lebih teknis spesifik,” tegasnya.
KTT ASEAN kali ini diperkirakan akan menjadi forum penting dalam membahas tantangan ketahanan pangan dan transisi energi di kawasan Asia Tenggara di tengah dinamika ekonomi global.
Kehadiran Presiden Prabowo juga dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri energi baru dan terbarukan di kawasan ASEAN.
Selain isu energi, sektor pangan disebut menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia mengingat tantangan global terkait krisis pangan, perubahan iklim, dan ketahanan rantai pasok internasional.
Pemerintah berharap forum ASEAN dapat menghasilkan kerja sama konkret antarnegara anggota untuk memperkuat stabilitas pangan dan energi regional. (*)
Poin Utama Berita
- Presiden Prabowo akan menghadiri KTT ASEAN 2026 di Filipina.
- Dua isu utama yang dibahas adalah energi dan pangan.
- Nikel Indonesia menjadi salah satu fokus pembahasan energi.
- Indonesia tengah mengembangkan ekosistem baterai terintegrasi.
- Bahlil menyebut Indonesia unggul dalam hilirisasi baterai di ASEAN.
- Filipina berpotensi menjadi pemasok bahan baku nikel bagi Indonesia.
- Pemerintah menegaskan belum ada kerja sama investasi teknis khusus.
- KTT ASEAN dinilai penting bagi ketahanan energi dan pangan kawasan.

















