Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
DAERAHHEADLINE NEWSPERISTIWA

Lautan Doa di Stasiun Bekasi Timur: 150 Bunga Duka Iringi Tangis untuk Korban Kecelakaan KRL

38
×

Lautan Doa di Stasiun Bekasi Timur: 150 Bunga Duka Iringi Tangis untuk Korban Kecelakaan KRL

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 32;
Example 468x60

BEKASI | Sentrapos.co.id — Duka mendalam masih menyelimuti Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (1/5/2026) sore. Suasana haru tak hanya datang dari keluarga korban kecelakaan kereta, tetapi juga dari para penumpang dan warga yang sama sekali tidak mengenal korban.

Seiring datang dan perginya KRL Commuter Line, sejumlah penumpang tampak berhenti sejenak. Mereka memanjatkan doa, bahkan tak sedikit yang menitikkan air mata sebagai bentuk empati terhadap para korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Isak tangis pecah ketika ratusan karangan bunga duka mulai memenuhi area stasiun. Petugas menata bunga-bunga tersebut secara rapi, menjadikannya simbol solidaritas dan belasungkawa yang menguatkan suasana penuh haru.

“Saya tidak kenal dengan mereka, tapi saya turut berduka dan sedih karena mereka meninggal dunia saat mencari nafkah,” ujar Dea Melati, warga Bekasi Timur, dengan suara bergetar.

Dea berharap tragedi kecelakaan kereta yang merenggut nyawa para korban tidak kembali terulang di masa mendatang.

Pantauan di lokasi, sedikitnya 150 rangkaian bunga duka terlihat tersebar di berbagai sudut stasiun. Mulai dari disandarkan di kaca, diletakkan di meja, hingga berjajar di lantai. Setiap rangkaian bunga memuat pesan duka yang menyentuh, sebagian besar berasal dari pengirim anonim.

Menariknya, mayoritas pesan yang tertulis menggambarkan para korban sebagai sosok perempuan yang kuat dan tangguh.

“Surga yang kekal untuk perempuan yang hebat,” tulis salah satu pesan pada bunga berwarna merah muda.

Keberadaan bunga-bunga tersebut menarik perhatian penumpang lain. Sebagian mengabadikan momen sebagai bentuk dokumentasi, sementara lainnya larut dalam doa dan kesedihan yang mendalam.

Sebagai informasi, PT KAI mencatat sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis yang terjadi pada 27 Maret 2026. Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia, sekaligus memperlihatkan tingginya empati masyarakat terhadap sesama. (*)


Poin Utama Berita

  • Suasana duka masih menyelimuti Stasiun Bekasi Timur pasca kecelakaan kereta
  • Penumpang dan warga yang tidak mengenal korban ikut menangis dan berdoa
  • Sekitar 150 karangan bunga duka memenuhi area stasiun
  • Pesan-pesan duka didominasi penghormatan kepada korban perempuan
  • 16 orang meninggal dunia dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL
  • Empati publik tinggi, tragedi jadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi
error: Content is protected !!