KEDIRI | SENTRAPOS.CO.ID – Puluhan siswa sekolah dasar di Kota Kediri dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Total sebanyak 69 siswa dari tiga sekolah terdampak dalam insiden yang terjadi pada Rabu (22/4/2026).
Tiga sekolah yang terdampak yakni SD Ketami 2, SD Ketami 1, dan SD Tempurejo 1. Mayoritas korban berasal dari SD Ketami 2 dengan jumlah 53 siswa, disusul SD Ketami 1 sebanyak 11 siswa dan SD Tempurejo 1 sebanyak 5 siswa.
Merespons kejadian ini, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, langsung memimpin rapat darurat bersama Satgas MBG Kota Kediri pada Jumat (24/4/2026) guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
“Keluhan siswa mulai dari mual, muntah, pusing, diare hingga demam ringan. Namun tidak ada yang sampai dirawat intensif di rumah sakit,” tegas Vinanda.
Gejala yang dialami siswa bervariasi, mulai dari gangguan pencernaan hingga demam ringan. Meski demikian, seluruh korban dilaporkan dalam kondisi terkendali dan tidak ada yang membutuhkan perawatan intensif.
Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli), yang mengindikasikan makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi.
“Dari hasil sampel memang ditemukan bakteri E. coli, yang menunjukkan makanan sudah basi,” ungkap Vinanda.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa saat itu terdiri dari roti bagel, ayam saus tiram, tahu orak-arik, sup kacang merah dan kentang, serta buah kelengkeng.
Tim gabungan dari Satgas MBG dan Badan Gizi Nasional (BGN) langsung melakukan inspeksi ke dapur penyedia makanan, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo.
Hasil investigasi awal menemukan dugaan pelanggaran serius terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama terkait waktu pemasakan dan pengujian kualitas makanan.
“Waktu memasak tidak sesuai SOP, dan proses uji organoleptik tidak dilakukan secara menyeluruh,” jelas Koordinator Wilayah SPPG Kota Kediri, Armeityansyah.
Sebagai langkah tegas, operasional dapur SPPG Tempurejo langsung dihentikan sementara sambil menunggu keputusan lanjutan dari BGN Pusat.
Meski demikian, pemerintah memastikan distribusi program MBG tetap berjalan dengan mengalihkan suplai makanan ke dapur penyedia lain.
Pemerintah Kota Kediri menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap sistem distribusi dan pengawasan makanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)
Poin Utama Berita
- 69 siswa SD di Kediri mengalami gejala keracunan makanan MBG
- Tiga sekolah terdampak: SD Ketami 2, SD Ketami 1, SD Tempurejo 1
- Hasil uji laboratorium temukan bakteri E. coli pada makanan
- Dapur penyedia SPPG Tempurejo ditutup sementara
- Dugaan pelanggaran SOP pada proses memasak dan distribusi
- Tidak ada korban yang dirawat intensif, kondisi terkendali
- Distribusi MBG dialihkan ke dapur lain

















