WASHINGTON | Sentrapos.co.id — Pemerintah Amerika Serikat mengklaim telah mengakhiri permusuhan dengan Iran setelah berlangsungnya gencatan senjata yang dimulai sejak April 2026.
Seorang pejabat AS menyatakan bahwa konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 secara resmi dianggap telah berakhir dalam konteks hukum domestik.
“Untuk tujuan War Powers Act, permusuhan yang dimulai pada 28 Februari telah berakhir,” ujar pejabat AS.
Sejak 7 April 2026, tidak tercatat adanya baku tembak antara kedua pihak, meskipun situasi di lapangan masih dinilai rapuh.
Gencatan Senjata Tanpa Kepastian Batas Waktu
Kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran awalnya berlangsung pada 7–22 April 2026 dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas.
Meski tidak ada kontak militer langsung, Teheran tetap berada dalam kondisi siaga menghadapi potensi serangan mendadak dari Washington.
“Tidak ada baku tembak sejak 7 April, namun kewaspadaan tetap tinggi,” ungkap sumber militer.
Terkendala Undang-Undang War Powers
Dalam konteks hukum, konflik ini masih berkaitan dengan War Powers Act 1973 yang membatasi kewenangan presiden dalam melakukan operasi militer.
Undang-undang tersebut mengatur:
- Presiden wajib melapor ke Kongres dalam 48 jam
- Penempatan pasukan maksimal 60 hari tanpa persetujuan
- Perpanjangan hanya bisa dilakukan dengan izin Kongres
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari Kongres untuk memperpanjang operasi militer terhadap Iran.
Negosiasi Masih Buntu
Di tengah meredanya konflik militer, upaya diplomasi masih berlangsung namun belum mencapai titik temu.
Iran dilaporkan telah mengirim proposal baru terkait stabilitas kawasan, termasuk Selat Hormuz. Namun, Presiden Donald Trump menolak usulan tersebut karena tidak mencakup isu nuklir.
Sebaliknya, AS justru memperpanjang blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai bentuk tekanan lanjutan.
AS Ingin Klaim Kemenangan Strategis
Trump secara terbuka menyatakan bahwa Iran harus mengakui kekalahan sebagai bagian dari strategi politik dan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
“Semua yang mereka miliki telah hilang. Iran harus menyerah,” kata Trump dalam pernyataan sebelumnya.
Namun, sejumlah analis menilai konsep kemenangan AS masih belum jelas secara strategis.
Ahli strategi militer menekankan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan militer, tetapi juga stabilitas jangka panjang.
“Memenangkan perang berbeda dengan memenangkan perdamaian,” menjadi sorotan dalam analisis global.
Ketidakpastian Pasca Konflik
Meski ribuan target militer Iran telah dihancurkan dalam operasi besar-besaran, pertanyaan utama kini adalah apakah AS memiliki strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas kawasan.
Tanpa pendekatan diplomasi yang kuat, kemenangan militer berisiko menjadi sementara dan memicu konflik baru di masa depan. (*)
Poin Utama Berita
- AS klaim akhiri permusuhan dengan Iran sejak gencatan senjata
- Tidak ada baku tembak sejak 7 April 2026
- Gencatan senjata diperpanjang tanpa batas waktu jelas
- Konflik terkait War Powers Act dan persetujuan Kongres
- Negosiasi AS-Iran masih buntu soal nuklir
- Trump dorong Iran akui kekalahan
- Analis nilai kemenangan AS belum jelas secara strategis

















