PROBOLINGGO | Sentrapos.co.id — Rombongan jemaah haji Kloter SUB 2 Embarkasi Surabaya asal Probolinggo mengalami kecelakaan bus saat menjalani agenda ziarah di kawasan Jabal Magnet, Selasa (28/4/2026) waktu setempat.
Insiden tersebut menyebabkan lima jemaah mengalami luka ringan, sementara sopir bus dilaporkan mengalami luka serius.
Kronologi: Insiden di Kawasan Unik Madinah
Pelaksana Harian Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif Arifin, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, rombongan jemaah haji mengalami kecelakaan di Jabal Magnet. Lima jemaah luka ringan dan kondisi saat ini dalam penanganan medis,” ujar Ervin.
Kawasan Jabal Magnet dikenal memiliki fenomena unik di mana kendaraan seolah bisa bergerak menanjak dalam posisi netral, yang kerap menarik perhatian wisatawan.
Korban: Luka Ringan, Sopir Serius
Bus yang mengangkut sekitar 40–45 jemaah tersebut mengalami insiden yang sempat menimbulkan kepanikan di dalam kendaraan.
Rincian korban:
- 5 jemaah luka ringan
- Sopir mengalami luka serius
Tiga jemaah dirawat di hotel oleh tim medis pendamping, sementara dua lainnya mendapat perawatan di rumah sakit setempat di Madinah.
Penanganan Cepat oleh Tim Medis
Pihak Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dengan baik.
“Semua korban dalam kondisi baik. Kami terus memantau perkembangan bersama tim di Madinah,” tegas Ervin.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan petugas haji Indonesia di Arab Saudi.
Imbauan untuk Keluarga
Pemerintah meminta keluarga jemaah di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum jelas.
“Kami mohon keluarga jemaah tidak panik. Kondisi korban terkendali,” imbuhnya.
Monitoring Berlanjut
Hingga saat ini, kondisi para jemaah terus dipantau oleh tim pendamping. Pemerintah memastikan keselamatan dan pelayanan jemaah tetap menjadi prioritas utama selama di Tanah Suci. (*)
Poin Utama Berita
- Bus jemaah haji Probolinggo kecelakaan di Jabal Magnet Madinah
- 5 jemaah mengalami luka ringan, sopir luka serius
- Bus mengangkut sekitar 40–45 jemaah
- Korban dirawat di hotel dan rumah sakit setempat
- Kemenag pastikan kondisi korban stabil
- Keluarga diminta tetap tenang
- Pemantauan terus dilakukan oleh tim haji Indonesia

















