JAKARTA | Sentrapos.co.id — Proses pergantian Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasuki fase krusial. Masa jabatan Antonio Guterres yang telah memimpin selama dua periode akan berakhir pada penghujung 2026.
Sejak November 2025, proses pencalonan pengganti Guterres mulai bergulir. Sejumlah tokoh global dari berbagai latar belakang—mulai dari mantan kepala negara, diplomat senior, hingga pejabat tinggi PBB—masuk dalam bursa kandidat.
Kini, empat nama kuat mencuat dan resmi bersaing dalam perebutan kursi tertinggi di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Empat Kandidat Kuat Sekjen PBB
- Michelle Bachelet (Chili)
Mantan Presiden Chili dua periode ini dikenal sebagai tokoh berpengalaman di bidang hak asasi manusia. Ia pernah menjabat sebagai Kepala UN Women dan Komisaris Tinggi HAM PBB. - Rafael Grossi (Argentina)
Saat ini menjabat Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dikenal sebagai diplomat dengan spesialisasi isu nuklir global. - Rebeca Grynspan (Kosta Rika)
Sekretaris Jenderal UN Trade and Development ini memiliki rekam jejak kuat di bidang ekonomi global dan pembangunan. - Macky Sall (Senegal)
Tokoh berpengaruh dari Afrika ini dikenal sebagai diplomat ulung dengan pengalaman sebagai Presiden dan Perdana Menteri Senegal.
“Pemilihan Sekjen PBB bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi penentu arah kebijakan global di tengah krisis dunia.”
Adu Visi Dimulai di Markas PBB
Memasuki tahap berikutnya, para kandidat mulai menjalani dialog interaktif dengan negara-negara anggota PBB di markas besar New York, Selasa (21/4/2026).
Forum ini menjadi ajang penting bagi kandidat untuk memaparkan visi, misi, serta strategi dalam menghadapi tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga krisis kemanusiaan.
Dialog dipimpin oleh Presiden Majelis Umum PBB, Annalena Baerbock, yang juga merupakan mantan Menteri Luar Negeri Jerman.
“Setiap kandidat harus mampu meyakinkan dunia bahwa mereka siap memimpin PBB di tengah situasi global yang kompleks dan penuh tekanan.”
Penentu Arah Dunia
Sekretaris Jenderal PBB memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas global, memediasi konflik internasional, serta mengoordinasikan respons terhadap krisis dunia.
Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan tantangan global, pemilihan Sekjen PBB kali ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling krusial dalam beberapa dekade terakhir.
“Dunia membutuhkan pemimpin global yang tidak hanya diplomatis, tetapi juga tegas dan visioner.” (*)
Poin Utama Berita
- Masa jabatan Antonio Guterres berakhir pada akhir 2026
- Empat kandidat kuat bersaing menjadi Sekjen PBB berikutnya
- Kandidat berasal dari Chili, Argentina, Kosta Rika, dan Senegal
- Dialog visi-misi kandidat dimulai di markas PBB New York
- Proses seleksi akan menentukan arah kebijakan global ke depan
- Pemilihan Sekjen PBB dinilai krusial di tengah krisis dunia

















