Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
INVESTIGASI & SOROTPERISTIWASOSIAL POLITIK

Pengamat Sebut Jokowi Effect Bisa Jadi Bumerang bagi PSI di Pemilu 2029

77
×

Pengamat Sebut Jokowi Effect Bisa Jadi Bumerang bagi PSI di Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) perlu mempertimbangkan ulang rencana melibatkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam agenda politik menuju Pemilu 2029.

Menurut Jamiluddin, terlalu bergantung pada figur Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas partai justru berpotensi menjadi langkah spekulatif bagi PSI.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Berharap pada Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas PSI tampaknya akan berujung pada kekecewaan,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Ia menilai kondisi politik saat ini berbeda dibanding satu dekade lalu ketika Jokowi masih memiliki pengaruh elektoral sangat kuat di masyarakat.

Menurutnya, Jokowi saat ini telah menjadi figur yang memunculkan pro dan kontra di tengah publik.

“Jokowi bukan lagi sosok yang mampu menghipnotis anak bangsa untuk berpihak kepadanya,” ujar Jamiluddin.

Ia juga menyinggung berbagai kontroversi yang masih melekat pada Jokowi, termasuk isu terkait ijazah yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Karena itu, Jamiluddin menilai PSI perlu melakukan kajian matang sebelum menjadikan Jokowi sebagai ikon utama perjuangan politik menuju Pemilu 2029.

“Jangan sampai PSI kembali gagal ke Senayan hanya karena salah menilai keperkasaan Jokowi,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran Jokowi tidak otomatis mampu meningkatkan elektabilitas PSI, bahkan bisa memunculkan antipati dari sebagian kelompok masyarakat terhadap partai berlambang gajah tersebut.

Sebelumnya, PSI secara terbuka menjadikan Jokowi sebagai patron politik partai.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa Jokowi sudah menjadi bagian dari PSI dan akan bersama partai tersebut dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Pak Jokowi itu di PSI sudah begitu. Kami menetapkan beliau sebagai patron politik perjuangan PSI ke depan,” ujar Bestari.

Bestari juga mengutip pernyataan Jokowi saat Rakernas PSI Januari 2026 yang menyatakan kesiapannya turun langsung membantu pemenangan PSI hingga tingkat kabupaten dan kecamatan.

“Beliau siap turun sampai ke kabupaten kota bahkan kecamatan jika dibutuhkan,” kata Bestari.

PSI meyakini kehadiran Jokowi akan menjadi energi baru untuk memperkuat konsolidasi partai menjelang Pemilu 2029.

Namun di sisi lain, sejumlah pengamat menilai ketergantungan terhadap “Jokowi Effect” justru dapat menjadi tantangan serius jika PSI tidak mampu membangun identitas politik yang mandiri dan kuat di mata publik.

Perdebatan mengenai pengaruh Jokowi terhadap masa depan PSI pun diperkirakan masih akan menjadi sorotan dalam dinamika politik nasional menuju Pemilu 2029. (*)


Poin Utama Berita

  • Pengamat menilai PSI perlu mengkaji ulang keterlibatan Jokowi dalam strategi politik.
  • Jokowi disebut tidak lagi memiliki pengaruh elektoral sebesar sebelumnya.
  • Kehadiran Jokowi dinilai berpotensi menjadi bumerang bagi PSI.
  • PSI secara terbuka menetapkan Jokowi sebagai patron politik partai.
  • Jokowi disebut siap turun membantu PSI hingga tingkat daerah.
  • Pengamat menilai PSI harus membangun identitas politik mandiri.
  • Polemik “Jokowi Effect” diprediksi terus mewarnai dinamika menuju Pemilu 2029.