Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIHUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Skandal Haji Ilegal Menggila! RI–Arab Saudi Perketat Penindakan, 7 WNI Ditangkap dengan Dokumen Palsu

30
×

Skandal Haji Ilegal Menggila! RI–Arab Saudi Perketat Penindakan, 7 WNI Ditangkap dengan Dokumen Palsu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAJALENGKA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Indonesia bersama otoritas Arab Saudi memperketat pengawasan dan penindakan terhadap praktik penipuan haji ilegal yang semakin marak dan meresahkan masyarakat.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa kasus penipuan haji non-prosedural mengalami peningkatan signifikan, terutama di wilayah Jawa Barat.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

“Kasus jamaah dari Jawa Barat termasuk yang paling tinggi, terutama penipuan haji non-kuota atau tanpa visa resmi,” ungkap Dahnil saat kunjungan di Bandara Internasional Kertajati, Jumat (1/5/2026).

Modus Kian Canggih, Masyarakat Jadi Sasaran

Dahnil menjelaskan, pelaku penipuan memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk berhaji di tengah keterbatasan kuota resmi.

Beragam modus digunakan, mulai dari penggunaan visa non-haji hingga pemalsuan dokumen perjalanan.

“Ini akibat tingginya animo masyarakat, sementara kuota terbatas. Celah ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Satgas Dibentuk, Polisi RI–Saudi Bergerak Bersama

Untuk menekan praktik ilegal tersebut, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji Ilegal serta memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian Indonesia dan Arab Saudi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian Arab Saudi. Siapa pun yang berangkat tanpa visa resmi akan dikenai sanksi tegas,” ujar Dahnil.

Ia menegaskan, jemaah yang nekat berhaji tanpa izin resmi berisiko ditangkap dan dikenai sanksi berat oleh otoritas Arab Saudi.

7 WNI Diamankan, Barang Bukti Fantastis Disita

Dalam perkembangan terbaru, aparat keamanan Arab Saudi mengamankan tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam praktik haji ilegal.

Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B Ambary, mengungkapkan bahwa para pelaku saat ini tengah menjalani proses hukum.

“Mereka ditangkap dan sedang dalam proses penyidikan oleh kepolisian setempat,” jelasnya.

Dari tangan para tersangka, aparat menyita sejumlah barang bukti mencengangkan, di antaranya:

  • 30 kartu nusuk palsu
  • 10 gelang haji palsu
  • Uang tunai sekitar SAR 100.000 (Rp 461 juta)

Penipuan Badal Haji Juga Terungkap

Tak hanya itu, aparat juga berhasil membongkar praktik penipuan badal haji yang melibatkan pemalsuan dokumen dan penipuan terhadap calon jemaah.

Penangkapan ini menjadi bukti bahwa praktik ilegal masih berlangsung dan memerlukan pengawasan ketat berkelanjutan.

Pemerintah Imbau: Jangan Tergiur Haji Ilegal

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji murah atau jalur cepat tanpa visa resmi.

Selain berpotensi mengalami kerugian finansial, jemaah juga terancam sanksi hukum berat di Arab Saudi.

“Kami tidak akan mentoleransi praktik ilegal ini. Risiko hukum sangat besar dan bisa berdampak jangka panjang,” tegas Dahnil.

Arab Saudi sendiri terus menggencarkan kampanye “La Hajj bila Tasreh” yang melarang keras pelaksanaan ibadah haji tanpa izin resmi. (*)


Poin Utama Berita

  • Kasus penipuan haji ilegal meningkat signifikan di Indonesia
  • Jawa Barat disebut sebagai wilayah paling rawan
  • Pemerintah RI dan Arab Saudi perkuat kerja sama penindakan
  • Satgas Haji Ilegal dibentuk untuk memberantas praktik penipuan
  • 7 WNI ditangkap terkait haji ilegal di Arab Saudi
  • Barang bukti: kartu nusuk palsu, gelang palsu, uang ratusan juta
  • Modus termasuk visa non-haji dan penipuan badal haji
  • Pemerintah imbau masyarakat tidak tergiur haji ilegal
error: Content is protected !!