KUDUS | Sentrapos.co.id — Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026) sore. Dampaknya, puluhan rumah warga di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang beterbangan akibat terjangan angin kencang.
Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, mengungkapkan bahwa sedikitnya 28 rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, dua rumah mengalami kerusakan berat, sementara 26 lainnya rusak ringan.
“Total ada 28 rumah terdampak. Dua di antaranya rusak berat, sisanya mengalami kerusakan ringan pada bagian atap,” ujar Munaji, Jumat (1/5/2026).
Peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Kudus sejak sore hari, yang kemudian disusul angin kencang hingga memicu puting beliung. Selain merusak rumah, angin juga menumbangkan sejumlah pohon.
“Ada empat pohon tumbang, salah satunya menimpa rumah warga,” jelasnya.
Kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. BPBD mencatat kebutuhan material perbaikan meliputi 3.510 genteng, 22 lembar galvalum, serta tiga unit baja ringan untuk memperbaiki rumah warga terdampak.
Salah satu rumah warga bahkan mengalami kerusakan hingga 90 persen di bagian atap, sehingga membutuhkan penanganan segera.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp40 juta.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD bersama warga setempat langsung melakukan gotong royong untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak agar dapat kembali dihuni.
“Hari ini sudah dilakukan perbaikan bersama warga agar rumah bisa segera ditempati kembali,” tambah Munaji.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya saat memasuki musim pancaroba yang rawan angin kencang dan puting beliung. (*)
Poin Utama Berita
- Puting beliung menerjang Kudus, Jawa Tengah
- 28 rumah warga terdampak, 2 rusak berat
- Atap rumah beterbangan akibat angin kencang
- Hujan deras disertai angin memicu bencana
- 4 pohon tumbang, 1 menimpa rumah warga
- Kerugian ditaksir mencapai Rp40 juta
- BPBD dan warga lakukan gotong royong perbaikan

















