Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Pemerintah Gelontorkan Rp14 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah 2026, Mendikdasmen: Prioritas Daerah 3T dan Terdampak Bencana

39
×

Pemerintah Gelontorkan Rp14 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah 2026, Mendikdasmen: Prioritas Daerah 3T dan Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, saat peresmian Gedung Muhlas Boarding Class (MBC) dan program unggulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan di Surabaya, Jumat (1/5/2026)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, saat peresmian Gedung Muhlas Boarding Class (MBC) dan program unggulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan di Surabaya, Jumat (1/5/2026)
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam membenahi kualitas pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa anggaran besar telah disiapkan untuk revitalisasi sekolah di seluruh Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan saat peresmian Gedung Muhlas Boarding Class (MBC) dan program unggulan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan di Surabaya, Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Pemerintah, kata Abdul Mu’ti, telah mengalokasikan dana sebesar Rp14 triliun untuk memperbaiki ribuan sekolah.

“Anggaran Rp14 triliun ini dialokasikan untuk 11.744 sekolah, dengan prioritas sekolah terdampak bencana dan wilayah 3T,” tegas Abdul Mu’ti.

Fokus pada Sekolah Rusak dan Daerah 3T

Program revitalisasi ini menyasar sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, terutama akibat bencana alam di sejumlah wilayah seperti Sumatra, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah ini dinilai sebagai strategi utama untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan nasional.

“Ini bagian dari upaya mempercepat pemerataan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Bantahan atas Isu Minim Perhatian Pendidikan

Abdul Mu’ti juga menanggapi anggapan bahwa pemerintah kurang serius dalam mengurus sektor pendidikan.

“Kalau ada yang mengatakan pemerintah tidak serius, silakan lihat data dan fakta yang ada,” tegasnya.

Tahap Verifikasi dan Pendampingan

Saat ini, pemerintah tengah melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap sekolah penerima bantuan. Tahapan ini penting sebelum masuk ke proses pelaksanaan revitalisasi.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga akan memberikan pendampingan teknis untuk memastikan kualitas hasil pembangunan.

Peran Masyarakat Sangat Penting

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti mengapresiasi kontribusi masyarakat, khususnya organisasi seperti Muhammadiyah yang aktif mendukung kemajuan pendidikan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Partisipasi masyarakat sangat penting,” tambahnya.

Target Besar Presiden untuk Pendidikan Nasional

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen investasi besar di sektor pendidikan.

Presiden menargetkan perbaikan 288 ribu sekolah di seluruh Indonesia hingga tahun 2028.

“Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa. Semua sekolah harus diperbaiki,” ujar Prabowo.

Target tersebut mencakup:

  • 87 ribu sekolah selesai pada 2026
  • 100 ribu sekolah pada 2027
  • 100 ribu sekolah pada 2028

Langkah besar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkecil kesenjangan antarwilayah. (*)


Poin Utama Berita

  • Pemerintah siapkan Rp14 triliun untuk revitalisasi sekolah 2026
  • Menyasar 11.744 sekolah di seluruh Indonesia
  • Prioritas daerah 3T dan sekolah terdampak bencana
  • Program bagian dari pemerataan kualitas pendidikan
  • Pemerintah bantah isu kurang perhatian terhadap pendidikan
  • Target nasional: 288 ribu sekolah diperbaiki hingga 2028
  • Peran masyarakat dinilai penting dalam pembangunan pendidikan
error: Content is protected !!