WASHINGTON | Sentrapos.co.id — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal damai terbaru yang diajukan oleh Iran dalam upaya melanjutkan negosiasi antara kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada awak media di Gedung Putih, Jumat (1/5/2026) waktu setempat, sebagaimana dilaporkan AFP dan CNN.
“Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan,” tegas Trump.
Trump juga mengungkapkan keraguannya terhadap keseriusan Iran dalam mencapai kesepakatan damai. Ia menilai terdapat perpecahan internal dalam struktur kepemimpinan Iran yang justru memperumit proses negosiasi.
“Kepemimpinannya sangat terpecah-pecah. Ada dua hingga tiga kelompok, mungkin empat, dan semuanya ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka kacau,” ungkapnya.
Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat tidak sepenuhnya menutup pintu dialog. Trump menegaskan bahwa jalur diplomasi dan negosiasi tetap menjadi opsi utama dalam meredakan ketegangan.
Iran Kirim Proposal Baru Lewat Mediator
Sebelumnya, Iran diketahui telah mengajukan proposal negosiasi terbaru guna membuka kembali pembicaraan yang sempat terhenti. Proposal tersebut disampaikan melalui jalur diplomatik dengan melibatkan Pakistan sebagai mediator.
Menurut laporan kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), dokumen proposal tersebut telah dikirimkan pada Kamis malam (30/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Iran untuk kembali mendorong dialog damai dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.
Diplomasi Regional Diperkuat
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, aktif melakukan komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara kawasan, termasuk Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan.
Pembicaraan tersebut difokuskan pada inisiatif terbaru Iran untuk mengakhiri konflik dan menciptakan stabilitas kawasan.
“Inisiatif terbaru Republik Islam untuk mengakhiri perang menjadi fokus pembahasan dengan negara-negara mitra,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Ketegangan Global Masih Membayangi
Sikap keras Trump terhadap proposal Iran menunjukkan bahwa proses perdamaian masih menghadapi jalan terjal. Perbedaan kepentingan, dinamika politik internal, serta tekanan geopolitik menjadi faktor utama yang mempersulit tercapainya kesepakatan.
Meski negosiasi tetap dibuka, situasi ini menandakan bahwa hubungan AS-Iran masih berada dalam fase krusial yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan global. (*)
Poin Utama Berita
- Donald Trump menolak proposal damai terbaru dari Iran
- AS menilai tawaran Iran belum memenuhi kepentingan strategis
- Trump sebut kepemimpinan Iran terpecah dan tidak solid
- Iran kirim proposal melalui Pakistan sebagai mediator
- Menteri Luar Negeri Iran aktif diplomasi regional
- AS tetap membuka peluang negosiasi meski bersikap keras
- Ketegangan AS-Iran masih berpotensi memicu dampak global

















