JAKARTA | Sentrapos.co.id — Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang angkat suara terkait temuan puluhan koper jemaah haji Indonesia yang rusak saat tiba di Tanah Suci pada penyelenggaraan haji 2026.
Berdasarkan laporan yang diterima, sedikitnya 39 koper mengalami kerusakan serius, mulai dari bodi pecah, roda patah, ritsleting rusak, hingga handle terlepas.
Marwan menyayangkan insiden tersebut, terlebih pelaksanaan ibadah haji tahun ini untuk pertama kalinya ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah.
“Di tengah harapan besar penyelenggaraan haji lebih baik, justru hal yang remeh-temeh jadi amburadul. Padahal ini sangat vital bagi jemaah,” tegas Marwan, Jumat (1/5/2026).
Fasilitas Vital, Bukan Sekadar Perlengkapan
Menurut Marwan, koper bukan sekadar barang bawaan biasa. Bagi jemaah, koper menjadi penunjang utama kebutuhan selama sekitar 40 hari di Tanah Suci.
“Ini perbekalan jemaah. Banyak yang tidak bisa mengganti pakaian kalau koper rusak dan isinya tercecer. Ini tidak bisa dianggap sepele,” ujarnya.
Ia menilai kejadian ini mencerminkan lemahnya persiapan teknis, meskipun persoalannya terlihat sederhana.
Tanggung Jawab Tetap di Kementerian
Marwan menegaskan, siapa pun pihak penyedia koper—termasuk maskapai—tetap tidak menghilangkan tanggung jawab pemerintah.
“Mau dari maskapai atau pihak ketiga, tetap tanggung jawabnya ada di Kementerian Haji. Karena semua itu bagian dari kontrak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa insiden serupa pernah terjadi di masa lalu, sehingga seharusnya bisa diantisipasi lebih dini.
Kualitas Koper Dipertanyakan
Marwan mengaku telah melihat langsung dokumentasi koper rusak yang beredar di publik. Ia menilai kualitas koper tahun ini mengalami penurunan drastis.
“Biasanya koper tahan beberapa kali perjalanan. Ini baru sekali sudah pecah. Ini fatal,” katanya.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan standar pengadaan logistik jemaah haji.
DPR Minta Penggantian Segera
Komisi VIII DPR menegaskan bahwa kerusakan koper harus segera ditindaklanjuti dengan penggantian.
Ada dua opsi solusi yang disoroti:
- Maskapai mendatangkan koper pengganti dari Indonesia
- Pembelian koper baru di Arab Saudi
“Harus diganti. Jangan biarkan jemaah menderita karena koper rusak,” tegas Marwan.
Jadi Catatan Evaluasi Besar
Marwan juga menyoroti pernyataan Menteri Haji Irfan Yusuf yang sebelumnya mengakui adanya persoalan dalam penyelenggaraan haji.
Menurutnya, jika potensi masalah sudah diketahui sejak awal, seharusnya bisa dicegah.
“Hal kecil tapi vital harus dipersiapkan dengan baik. Ini akan jadi catatan besar evaluasi,” pungkasnya.
Insiden ini dipastikan menjadi bahan evaluasi serius dalam pengawasan penyelenggaraan ibadah haji 2026, terutama dalam aspek pelayanan logistik jemaah. (*)
Poin Utama Berita
- 39 koper jemaah haji dilaporkan rusak saat tiba di Tanah Suci
- DPR menyayangkan insiden di awal penyelenggaraan haji 2026
- Koper dinilai fasilitas vital bagi jemaah selama 40 hari
- Tanggung jawab tetap di Kementerian Haji
- Kualitas koper disorot, dinilai menurun drastis
- DPR minta koper segera diganti
- Jadi evaluasi besar penyelenggaraan haji

















