Scroll untuk baca berita
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNISPENDIDIKAN & KESEHATANPERISTIWA

Pemprov Jatim Gelontorkan Rp46,9 Miliar Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

113
×

Pemprov Jatim Gelontorkan Rp46,9 Miliar Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TULUNGAGUNG | Sentrapos.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kualitas pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana sekolah. Sebanyak 44 lembaga pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan mendapat revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp46,9 miliar.

Program revitalisasi tersebut telah rampung dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 dan resmi diperkenalkan kepada publik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

ADVERTISEMENT
Example 468x60
ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pembangunan dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.

“Pendidikan yang berkualitas harus ditunjang sarana dan prasarana yang baik. Karena itu kami terus melakukan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah agar siswa maupun guru memiliki lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujar Aries, Kamis (14/5/2026).

Tulungagung Dapat Anggaran Terbesar

Dari tiga daerah tersebut, Kabupaten Tulungagung memperoleh alokasi anggaran terbesar, yakni Rp23,24 miliar untuk 20 lembaga sekolah.

Rinciannya meliputi:

  • 8 SMA dengan anggaran Rp4,72 miliar
  • 10 SMK sebesar Rp17,33 miliar
  • 2 SLB senilai Rp1,18 miliar

Sementara Kabupaten Trenggalek mendapatkan anggaran Rp8,58 miliar untuk 11 sekolah, sedangkan Kabupaten Pacitan menerima Rp15,15 miliar untuk 13 lembaga pendidikan.

Pekerjaan revitalisasi mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, toilet, hingga perpustakaan sekolah.

“Revitalisasi ini sudah selesai semua tahun 2025 dan hari ini diresmikan oleh Ibu Gubernur,” jelas Aries.

Fokus Perkuat Pendidikan Vokasi SMK

Menurut Aries, alokasi terbesar memang difokuskan untuk SMK karena pendidikan vokasi membutuhkan fasilitas praktik yang lebih lengkap dibanding sekolah umum.

Pembangunan ruang praktik siswa dan laboratorium menjadi prioritas agar lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

“SMK memang membutuhkan fasilitas penunjang praktik yang lebih lengkap. Maka pembangunan ruang praktik siswa menjadi salah satu prioritas,” katanya.

Aries juga menyebut Jawa Timur menjadi provinsi dengan revitalisasi sekolah tertinggi di Indonesia pada tahun 2025, dengan total 493 sekolah negeri dan swasta yang mendapat bantuan pembangunan.

“Tahun ini kami kembali mengajukan bantuan revitalisasi sekolah ke pemerintah pusat karena masih banyak sekolah yang membutuhkan pembenahan,” tambahnya.

Program SIKAP Dorong Ketahanan Pangan Sekolah

Selain revitalisasi sarana pendidikan, Pemprov Jatim juga menggencarkan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.

Program tersebut mendorong sekolah memanfaatkan lahan pendidikan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan produktif guna menanamkan semangat kewirausahaan kepada siswa.

Saat ini terdapat 97 sekolah pelaksana program SIKAP di tiga wilayah tersebut.

“Memanfaatkan lahan sekolah untuk pertanian dan perkebunan agar siswa memiliki semangat berwirausaha dan bangga menjadi petani modern,” ujar Aries.

Khofifah Apresiasi Pendidikan Pertanian Modern

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga melihat pengembangan pendidikan vokasi di SMKN 1 Tulungagung, khususnya pada bidang pertanian, peternakan, dan pengolahan pangan.

Khofifah berharap sekolah terus berinovasi agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi.

“Kalau sekarang sudah ada ayam petelur, mungkin nanti bisa dikembangkan ayam petelur dengan kualitas telur omega,” kata Khofifah.

Program revitalisasi dan penguatan pendidikan vokasi ini diharapkan mampu menciptakan lulusan sekolah yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia industri maupun sektor pertanian modern. (*)


Poin Utama Berita

  • Pemprov Jatim merevitalisasi 44 sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
  • Total anggaran revitalisasi mencapai Rp46,9 miliar.
  • Tulungagung mendapat alokasi terbesar sebesar Rp23,24 miliar.
  • Revitalisasi meliputi ruang kelas, laboratorium, toilet, dan perpustakaan.
  • Fokus pembangunan terbesar diarahkan ke SMK dan pendidikan vokasi.
  • Jatim menjadi provinsi tertinggi revitalisasi sekolah tahun 2025 dengan 493 sekolah.
  • Program SIKAP dikembangkan untuk ketahanan pangan dan kewirausahaan siswa.
  • Khofifah mengapresiasi pengembangan pertanian dan peternakan modern di sekolah.